Selection Indonesian Cyber Army (ICA) Oktober 2012

Bookmark and Share
Event Indonesian Cyber Army (ICA) Selection 2012 ini digelar secara nasional dan pertama kali diadakan di kota Medan.

Bertempat di STMIK Potensi Utama Jalan Kolonel Yos Sudarso Km. 6,5 No. 3-A Medan sumatera utara 16 s/d 17 oktober 2012.

Masing-masing daerah telah mengirimkan jagoan terbaiknya sehingga telah terkumpul 20 tim yang berasal dari Banda Aceh, Medan, Bengkulu, Palembang, Lampung, Jakarta, Depok, Yogyakarta sampai Denpasar.

ICA dibagi dalam dua kelompok kategori. Pertama, Capture the Flag dan kedua adalah Cyber Forensic. Total calon 'tentara cyber security' Indonesia dalam event ini kurang lebih 70 orang.

Menurut Agus Setiawan, Ketua Kompetisi ICA 2012, memang tidak semua propinsi dapat mengirimkan perwakilan, tetapi ini adalah modal awal untuk mencari prajurit sejati dan kompeten di ranah cyber security.

Ditambahkannya, kompetisi di bidang cyber forensic merupakan kali pertama diadakan di Indonesia. Slogan ICA kali ini adalah 'Own IT First Before The Enemies Do'.

Beberapa juri dilibatkan dalam seleksi di Medan ini, di antaranya berasal dari Academic CSIRT, Aptikom, Multimatics, C-S-I, DetikNas dan Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Memang tidak mudah mencari yang terbaik, tetapi pasti ada 1 tim tentara cyber Indonesia yang akan dipromosikan secara nasional dan internasional.

Nah, pertanyaan yang kemudian muncul adalah, setelah event ini selesai, akan diapakan para prajurit cyber ini selanjutnya? Menurut IGN Mantra, dari Academic CSIRT, event ini hanya membantu pemerintah dan masyarakat agar tidak melakukan aksi offensif kepada para anak-anak bangsa yang ingin membela negara tetapi dalam 'bentuk lain'.

"Nah, melalui ranah internet atau biasa disebut cyber security, mereka coba dilibatkan dalam kegiatan positif sehingga akan menghasilkan dampak positif juga," kata Mantra

"Ke depannya mereka akan diikutsertakan dalam event internasional seperti Defcon atau Defense Contest, event cyber security yang lebih besar dan mendunia," pungkasnya.

Kompetisi yang akan diadakan di “Indonesian Cyber Army” antara lain:

 1. Capture The Flag
 2. Investigation Forensic Games

Capture the Flag adalah kompetisi aman dan legal yang bertujuan untuk menguji kemampuan  defensive  dan  offensive  dengan menyelesaikan  tantangan yang berhubungan dengan keamanan komputer yang sudah dipersiapkan oleh panitia. Kompetisi ini tidak hanya memenuhi unsur permainan tetapi juga edukasi dalam bidang Keamanan Komputer. 

Didalam bidang Keamanan  Komputer ,  Capture the Flag  adalah suatu kompetisi perang sistem pertahanan dan Keamanan Komputer yang diikuti oleh beberapa tim pemain (multi player) dengan target nilai poin dan jangka waktu yang ditentukan Setiap Tim diberikan satu mesin server untuk dipertahankan dalam jaringan terisolasi.

Tim diberikan penilaian berdasarkan keberhasilan mempertahankan mesin server mereka dan keberhasilan menyerang mesin server tim lainnya. Setiap kali berhasil menyerang, Tim mendapat bendera Hijau, sebaliknya Tim lain yang berhasil diserang mendapat bendera Merah. Permainan CTF ini pertama kali dipopulerkan pada konferensi hacker yang dikenal dengan DEF CON di Las Vegas, USA.

Kompetisi ini umumnya dilakukan di satu ruang pertemuan besar. Setiap Tim menempati satu area atau meja yang terdapat satu mesin server yang harus di pertahankan, diatur dalam jaringan LAN sehingga semua mesin server masing-masing Tim saling terkoneksi dan juga terkoneksi ke mesin Game Server yang dikendalikan oleh Panitia untuk memonitoring permainan.

Proyektor yang terkoneksi  ke Game Server akan menampilkan Papan Penilaian, yang juga terkadang disisipkan video klip yang bersifat menghibur peserta. Musik terkadang juga ditampilkan sebagai latar belakang suara oleh Panitia selama kompetisi berlangsung.  Kompetisi  Capture the Flag  dirancang sebagai suatu permainan yang mendidik peserta kompetisi untuk mengamankan pelayanan mesin server sekaligus juga bereaksi terhadap serangkaian serangan seperti yang terjadi di dunia nyata. 

Kompetisi ini juga terkadang menyentuh berbagai aspek dari Keamanan Komputer, seperti keamanan fisik, peraturan, ijin perangkat lunak. Tim  yang berhasil, akan mendapatkan pengalaman dunia nyata dan mampu mengatasi  permasalahan yang terkait keamanan informasi bahkan yang dapat muncul pada saat kompetisi berlangsung.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar