Pakkat Kuliner Khas Suku Mandailing

Bookmark and Share
Tentang Kuliner Pakkat adalah rotan muda atau pucuk rotan yang tumbuh hutan belantara. Dengan olahan tertentu, makanan ini bisa dikonsumsi sebagai teman bersantap nasi dan lauk pauk lainnya.

Rasa Pakkat di lidah akan terasa sedikit kelat dan pahit,justru itu yang membuat banyak orang ketagihan. Apalagi jika dinikmati bersama cabai, bawang, dan jeruk nipis yang digiling.

Pucuk rotan berukuran sekitar satu meter ini terlebih dahulu dipanggang di atas bara api batok kelapa atau arang yang bakar di dalam tong lebih kurang 15 menit atau sampai pucuk rotan melembek. Kemudian, kulitnya dikupas dengan pisau, dagingnya berwarna putih itulah yang dapat disantap.

Makanan yang satu ini menurut orang-orang ternyata memiliki khasiat mengurangi angin di badan dan menghilangkan rasa haus.

Di daerah asalnya Tapanuli Selatan, selain dijadikan makanan pembuka saat berbuka puasa, pakaat merupakan makanan adat yang disantap pada upacara-upacara adat.

Nah dimedan sendiri,kuliner pakkat adalah kuliner musiman,biasanya banyak dijual apabila bulan ramadhan tiba.

Penjual Pakkat biasanya dibulan ramadhan ada di Jalan sisingamangaraja simpang Jalan Selamat Medan (di depan Sekolah Dasar Negeri) dan di  Jalan Letda Sujono, Medan, mulai terlihat menjamur. Sebatang pakkat dijual dengan harga Rp5.000.


{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar