Selamat Kepada Paus

Bookmark and Share
Sultanul Awliya Mawlana Shaykh Nazim Adil Al-Haqqani

Shuhba – Lefke, Siprus
Direkam hari Senin, 11 Februari 2013

Sri Paus kini sedang bersiap-siap untuk menjadi seorang hamba yang baik hanya untuk Tuhannya saja. Selamat untuknya. Semoga ia diberi panjang umur dan dikaruniai amal baik. Sri Paus dari Roma, orang yang diberkati dari Gereja Katolik hingga sekarang, yang pernah saya temui dan saya lihat ia berada di jalan yang baik, dan niat baiknya hanya untuk menjadi hamba Tuhannya.

Dan ia telah melakukan apa yang saya niatkan untuknya. Tidak ada derajat bagi seseorang selain daripada menjadi hamba bagi Tuhannya. Sri Paus telah bersiap-siap hanya untuk menjadi hamba Tuhan, seorang hamba yang sederhana tanpa membawa suatu kehormatan atau membawa seseorang, kecuali hanya menjadi hamba bagi Tuhannya. Sri Paus telah mempersiapkan diri untuk menjadi hamba Tuhannya. Sungguh, tanpa membawa pangkat atau kehormatan apapun. Selamat, dan semoga ia dianugerahi kehidupan yang baik di dunia dan akhirat, berada bersama orang-orang yang baik di Hadirat Ilahi.

Selamat dari saya sebagai temannya. Orang tidak dapat berpikir bahwa hal seperti itu dapat terjadi, kecuali mereka yang telah paham dengan bahasa Penghambaan Sejati.

Ia baru bertemu dengan saya, seorang hamba Tuhan Surgawi yang sederhana.

Dan kami bahagia bertemu dengannya, dan saya memohon kepada Tuhan saya untuk membuatnya lebih dekat dengan Hadirat Ilahiah-Nya.

Semoga Allah mengampuni saya dan mengampuninya juga. Ia adalah seorang pejuang yang baik dalam melawan Syaitan, sadanas. Kita juga menentang sadanas. Itu sungguh merupakan nasihat bagi mukmin sejati—yaitu untuk memerangi sadanas. Dan Sri Paus melakukan upaya terbaiknya dengan segala pemikirannya. Semoga Allah mengampuni saya dan mengampuninya dan juga orang-orang beriman yang lain. Semoga Allah melindungi semua orang beriman yang sejati dari sebuah perang besar yang akan terjadi sebelum Hari Kiamat di bumi. Semoga Allah memberkati orang-orang yang diberkati-Nya selamanya.

Dari manusia pertama, Adam (as), dan semua nabi yang kita percayai sampai yang terakhir juga, Sayyidina Muhammad (s) (Mawlana berdiri—ihtiram). Sayyidina Muhammad (s) mempunyai maqam yang megah di Hadirat Ilahi menembus langit, sebagaimana nabi-nabi lainnya, termasuk Nabi Isa, Musa, Ibrahim, Ishaq, Yaqub, (semoga rida Allah bagi mereka semua), mereka semua berada di Hadirat Ilahi. Mereka mendaki untuk menjadi seorang hamba yang sederhana bagi Tuhan mereka, Allah (swt). Allahu Akbar. Tuhan Surgawi selamanya.

Ini adalah presentasi kecil terhadap apa yang terjadi pada teman saya: Paus dari Gereja Katolik. Dan saya memohon untuk masa depan yang baik baginya di dunia dan di Hari Kiamat. Semoga Allah mengampuni saya.

Ya Tuan. Saya dapat bicara dari sekarang hingga akhir zaman, namun itu tetap belum cukup. Tetapi itu akan cukup bagi yang mengerti. Jangan mengejar dunia ini dan gelar-gelar palsunya. Kita harus memohon gelar sejati di Hadirat Ilahi dari Tuhan Surgawi.

Semoga Allah mengaruniai kita pemahaman yang baik, wahai manusia, khususnya mereka yang mengejar sadanas, dan tidak mengikuti para Nabi. Semoga Allah menyingkirkan mereka dan membawa Keadilan Surgawi di bumi sehingga seluruh manusia akan bahagia di dunia dan juga bahagia di Hadirat Ilahi.

Jagalah penghambaan kalian terhadap Tuhan kalian, kalau tidak Kekuatan-Nya yang Dahsyat akan menyingkirkan mereka karena mereka mengikuti sadanas, dan tidak mengikuti para Nabi yang suci dan Kitab-Kitab suci.

Dimulai dari Sayyidina Adam (as) dan diakhiri dengan Khatamul Anbiya, Sayyidina Muhammad (s), (Mawlana berdiri—ihtiram). Terima kasih untuk mendengar. Wahai manusia, pikirkanlah tentang hal itu.

Saya hanyalah seorang hamba yang sederhana. Saya ucapkan, “Allahu akbar!” (Mawlana berdiri) Laa ilaaha ilallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd.

Ucapkanlah kalimat-kalimat itu, kalian akan bahagia di dunia dan akhirat. Berikan penghormatan tertinggi kepada Tuhan kalian dan kepada hamba-hamba-Nya.

Merci beaucoup (terima kasih). Saya merangkul Sri Paus dan saya memikirkan masa depan yang baik baginya di Hari Kebangkitan. Cukup.


Source: Sufilive

© Copyright 2013 Sufilive.
This transcript is protected by International Copyright Law.‬ ‪ Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu Khayr.‬

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar