Inilah Daftar Capres Syariah 2014 Versi Forum Umat Islam

Bookmark and Share
Setiap hari kita disuguhi iklan para capres di TV, khususnya mereka yang punya TV seperti iklan ARB di TV One dan ANTV, Capres / Cawapres Wiranto dan Hari Tanoe di TV-TV grup MNC, maupun Surya Paloh yang sering berorasi tentang restorasi di Metro TV.

Juga kita disuguhi hasil-hasil survey elektabilitas Capres yang dilakukan berbagai lembaga survey kaum sekuler yang menampilkan nama-nama berkutat seputar : Jokowi, Prabowo, Wiranto, Aburizal Bakrie, dan Megawati.

Jika kaum sekuler tersebut yang akan meneruskan estafet kepemimpinan maka bisa ditebak hasil kedepannya seperti apa, kapitalisme masih akan terus menyengkram negeri jamrud kathulistiwa ini. Selain itu aspirasi umat Islam akan tetap dipinggirkan, suara umat hanya akan dimanfaatkan untuk diambil kepentingan mereka saja.

Demikian penjelasan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad al Khaththath seputar kepemimpinan dalam sewaktu pengajian di Masjid Raya Bogor, (21/9/2013). Karena itu menurut Sekjen FUI, sudah saatnya tokoh-tokoh umat Islam yang memiliki ketaqwaan serta kemampuan yang jauh lebih baik untuk tampil memimpin negeri ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz al Khaththath juga menjelaskan bahwa secara konstitusional justru sistem syariah-lah yang lebih berhak daripada sistem warisan penjajah Belanda untuk diterapkan di negeri mayoritas muslim ini karena syariat Islam satu-satunya solusi bagi seluruh rakyat termasuk yang beragama selain Islam.

"NKRI bersyariah dengan presiden syariah yang nantinya akan mendekritkan pemberlakuan syariat secara total di negeri ini. Intinya harus syariah, jika ulama besar sekalipun tetapi ia tidak mau menerapkan syariah maka tidak akan kita dukung," ujar Ustadz al Khaththath.

Untuk memulai perjuangan menuju NKRI bersyariah, FUI melakukan program jajak pendapat dengan mengumumkan beberapa calon pemimpin dari tokoh-tokoh Islam yang harus dipilih oleh umat.

Para pemimpin umat yang selama ini tampil di permukaan dengan kiprah, latar belakang, dukungan umat, serta pandangan mereka terkait penerapan syariah secara formal di Indonesia adalah sebagai berikut:


- Mantan Ketua PBNU KH. Dr (Hc.) Hasyim Muzadi
- Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin
- Ketua Pelaksana Harian MUI/Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) KH. Makruf Amien
- Ketua Umum PPP Dr (Hc.) Surya Dharma Ali
- Mantan Ketua MPR / Ketua Fraksi PKS DPR RI Dr. KH. Hidayat Nurwahid
- Imam Besar DPP FPI Habib Rizieq Syihab, Lc. MA
- Wakil Amir MMI Ustadz KH. Abu Muhammad Jibril AR
- Amir JAT Ustadz KH. Abu Bakar Ba’asyir
- Ketua Majelis Syuro PBB Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra
- Sekjen MIUMI Ust. KH. Bachtiar Nasir Lc
- Ketua Fahmi Tamami Haji Rhoma Irama
- Ketua Baznas Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin
- Ketua Majelis Az Zikra KH. M Arifin Ilham
- Ketua Darul Quran KH. Yusuf Mansur
- Jubir HTI Ir. H. Ismail Yusanto, MM

"Siapakah di antara 15 nama tokoh ulama/pejuang syariah di atas yang anda pilih menjadi Presiden Syariah untuk mendekritkan Syariah di NKRI?

Silakan ditulis (nama anda/kota tempat tinggal anda/nama presiden syariah pilihan anda) lalu kirim ke nomor HP 085791870301." pesan Ustadz al Khaththath  untuk umat.


Sumber : http://www.islamedia.web.id/2013/09/fui-keluarkan-daftar-capres-pilihan.html


Namun Ismail Yusanto Menolak Menjadi Capres Syariah. Adapun alasanya  Ismail menjelaskan bahwa tujuan akhir tahap perjuangan menuju tegaknya syariah dan khilafah berbeda dengan perjuangan menuju kursi presiden. Beliau mengibaratkan perjuangan seperti menaiki tangga maka tangga untuk memperjuangkan syariah dan khilafah itu berbeda dengan tangga menuju kursi presiden atau alias tidak nyambung antara kursi presiden dengan tegaknya khilafah.

Beliau berpendapat bahwa tidak ada hubungan antara perjuangannya selama ini dengan kursi presiden. Sehingga beliau menolak dengan tegas jika dijadikan capres syariah.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar