Kedatangan Sayyidina Imam Mahdi (a) & Rahasia Imam Husayn (r)

Bookmark and Share

Sultan al-Awliya Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani
Lefke, Siprus, 16 Februari 2011

Man lam yakun lahu imaam fa imaamahu 'sy-Syaythan, "Siapa yang tidak mempunyai seorang imam, maka imamnya adalah Setan.” Alhamdulillah, radiynaa kullu ’l-ummam, Kami menerima semua umat. Laa nufarriqu bayna ahadin, "Kami tidak membeda-bedakan di antara seorang pun (dengan yang lain)” (al-Baqara, 2:285).

Kalaamullah, firman Allah. Jangan membuat khilaaf, perselilihan di antara imam. Jangan membuat mereka tidak senang dengan kalian. Buatlah agar imam senang dengan kalian, kalian tidak, itu akan menjadi sangat sulit, semuanya fitnah. Setan berlari ke sana ke mari dan mengatakan, “Biarkan aku pergi ke sini. Oh, di sana ada lagi, biarkan aku pergi ke sana . Oh, di sana ada lagi!” Kini Setan sedang terkejut; ia sedang terkagum-kagum. Semoga Allah melindungi kita agar tidak terjatuh ke tangan orang-orang yang zalim. Jangan menjadi seorang zhaaliman, orang yang zalim atau mazhluuman, orang yang dizalimi.

Insyaa-Allah perintah surgawi akan segera datang, dan segera setelah Dia mengatakan, “Keluarlah!” beliau akan segera muncul. Imam Mahdi (a) menunggu perintah dari langit. Sebuah perintah surgawi akan diberikan kepadanya: “Keluarlah! Engkau telah dibusanai dengan kekuatan pada dirimu, tidak ada yang dapat menyentuhmu.” Jika ada yang menyentuhnya, seperti ini (ia akan dilenyapkan). Ketika beliau mengucapkan takbiir, teknologi akan berakhir: feri tidak bisa bergerak dan segala mesin yang membuat manusia begitu berani akan dilumpuhkan. Pesawat tidak bisa terbang, tank-tank mereka, artileri dan roket tidak dapat bergerak! Hanya pedang-pedang, dan tidak ada yang lain.

Takbiir-nya akan memenggal semua kepala teknologi! Mereka berkata, misalnya bahwa Suriah menutup langit mereka sehingga tak ada yang dapat melihat atau mendengar hal semacam itu, selesai. Jika para pengguna teknologi menggunakan kekuatan yang sangat kecil itu, ketika waktunya tiba, mereka tidak bisa melakukan apa-apa dengan apa yang mereka ketahui, selesai, hanya pedang-pedang.

Imam Sayyidina Mahdi (a) akan datang dengan satu firqa, divisi, semuanya menunggangi kuda. Shaahib az-Zamaan membuat kudanya seperti ini (Mawlana Syekh memberi isyarat tangan seperti pesawat sedang lepas landas), dan itu sudah cukup--tidak perlu untuk tuk tik tak tik tuk (derap langkah kuda), kudanya akan terbang, dan di belakangnya ada 12.000 orang yang terpilih! Jika orang melihat mereka seperti itu, orang itu akan jatuh pingsan karena Havârik, takjub!

Segala sesuatu yang dioperasikan dengan teknologi akan berakhir: teknologi akan berada di bawah kaki kudanya! Allahu, Allahu Akbaru ‘l-Akbar.Yaa Rabbii! Kami memohon agar kami dapat mencapai hari-hari yang suci itu, hari-hari di mana tidak ada satu pun nabi yang diberikan otoritas semacam itu. Otoritas yang hanya diberikan kepada Mahdi (a) untuk membersihkan dunia dan tidak membiarkan orang-orang menentang Islam. Seperti lepas landas, kemudian turun, dan mendarat di mana saja, mereka hanya membuat kuda mereka terbang selama satu menit dan turun selama satu menit. Di dalam gelap mereka berteriak. Jika ada yang mendengarnya, mereka akan mengatakan bahwa itu adalah “ Guntur ! Dunia bergemuruh padahal tidak berawan! Bagaimana?” Mereka akan membuat wuujjj, wuujjj, wuujjj dengan pedang-pedang mereka, (lalu timbul) halilintar dan selesai. Kekuatan ajaib akan diberikan kepadanya untuk digunakan, suatu kekuatan yang tidak pernah digunakan oleh Rasulullah (s); itu adalah untuk Sayyidina Mahdi (a). Allah yaa Rabbii, tawbah yaa Rabbii, amaan yaa Rabbii. Ini akan datang! Ini akan datang!‪

وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِي‬
Wa khaaba kullu jabbarin `aniid

Dan binasalah, [oleh sebab itu], semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala. (Ibrahim, 14:15)

Setiap orang yang mengklaim bahwa ia adalah yang pertama, atau yang terbaik, atau yang terkuat, kepalanya akan dilenyapkan! Para fuqaraa, fakir, dan yang du`afa, yang lemah, akan bersama dengan Mahdi (a). Jabaabira, para penindas, Allah Allah, Allah yudaafi`a, Allah akan membela orang-orang yang beriman. Jika mereka tidak beriman, mereka juga akan dilenyapkan.

“Hajji, datang. Semua orang yang telah meninggal dunia dengan rumah dan kastil mereka. Apa yang harus kita lakukan?”Saya akan melihat yang mana yang untuk Shaahib az-Zamaan. Ooooh (Mawlana Syekh takjub)! Di Jerman ada sebuah menara, sebuah kastil milik seorang kaisar. Persis seperti itu, tetapi beliau tidak memerlukannya. Beliau dapat meninggalkan barang-barangnya di sana, tetapi dalam sekejap, malam itu beliau akan membangun sebuah kastil. Itu akan menjadi bangunan untuk Shaahib al-`Asr--sebuah kastil, bukan istana. Kastil!

Jika seluruh manusia berusaha untuk membangun kastil semacam itu, mereka tidak akan sanggup melakukannya. Allahu Akbar! Dan Mahdi, Shaahib az-Zamaan, beliau akan berada di kudanya bayna ‘l-samaa wa ‘l-`ardh, antara langit dan bumi. Beliau akan bergerak (mengangkasa), kemudian berhenti, melompat ke kastil itu dan kemudian memerintah! Tetapi kini orang-orang tidak tertarik dengan hal-hal semacam ini. Mereka semua sibuk dengan dunia, untuk mereka sendiri. Dan dunia berkata, “Aku tidak bersama siapa-siapa. Aku di sini, tetapi kalian pergi. Jangan berusaha untuk meraihku, tidak, tetapi berusahalah untuk menjadi orang-orang yang pada Hari Kiamat akan dipanggil dengan sebutan “Para Penghuni Surga,” memasuki jannat al-`aliyya, fii jannat al-firdaws, Surga tertinggi, di dalam Jannat al-Firdaws.”

Allah jalla jalaaluhu, jallat `azhamatuhu. Kita bukanlah orang-orang yang sabar, kita ingin semuanya serba cepat. Kita adalah orang-orang yang lemah. Dan astaghfirullah, para penindas itu, mereka melakukan kezaliman, laa hadd wa laa yanal zhulm min an-naas kazaa, tanpa batas dan tidak termasuk perbuatan zalim dari manusia juga. Kita menantikan orang yang dapat membawa tangan orang-orang beriman, Muslim, Ummatu Muhammad (s); membawa mereka dan menyelamatkan mereka dan untuk menghancurkan segala sesuatu yang kufur! Sayyidina Hussayn (r) datang ke sana dalam peristiwa Karbala; sebuah perintah datang, “Berhenti! Sekarang tinggalkan apa yang terjadi untuk kami.” Beliu berada di sana bersama Keluarga Suci (a), dan sekelompok fadaaiyuun datang, mengorbankan diri mereka. Kemudian tentara Yazid datang mendekat. Saya katakan, bagaimana menurut kalian? Ibnu Nabii (s), Putra Nabi (s) mau disembelih? Apakah kalian pikir beliau disembelih seperti dalam pengorbanan seekor biri-biri jantan? Tujuh puluh raja jin mengelilingi mereka, semuanya siap, jadi pada saat beliau disentuh, mereka segera mengambilnya dan menggantinya dengan duplikatnya. Mereka menyembelih duplikatnya dan orang-orang berdiri! Oh, Allah (swt) menguji hamba-hamba-Nya! Sayyidina Hussayn (r) dibawa ke maqam kakeknya. Ada banyak hal yang tidak diketahui orang-orang. Mengapa jin itu datang ke sana? Untuk membuat suatu pertunjukan? Hashaa!‪

وَلٰـكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ‬
Wa lakin syubbiha lahum

Tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengannya (Isa) bagi mereka. (an-Nisa, 4:157)

Itu adalah ayatul-kariimah dari kitab suci al-Qur’an. Mereka berpikir bahwa mereka menyembelihnya seperti halnya mereka pikir telah menangkap Yesus Kristus dan meletakkannya di salib. Itu tidak pernah terjadi! Wahid, “satu/seseorang” telah dibusanai pada penampilan luarnya sebagai Sayyidina `Isa (a) dan seseorang yang lain terlihat seperti Sayyidina Hussayn (r), jadi sesuatu yang jahat/membahayakan tidak pernah menyentuh mereka. Haasha! Haasha tsumma kallaa! Tetapi orang-orang harus menangisinya. Mereka harus menangis untuk Sayyidina Hussayn (r). Beliau akan memberi syafaat bagi siapa saja yang menangis untuknya.

Beliau tidak ingin membuat perpecahan umat, tidak. Peristiwa-peristiwa rahasia semacam itu (terjadi) di mana para awliyaaullah juga sudah bersiap di sana. Tetapi tidak ada yang berbicara. Sekarang, waqt, waktu telah berakhir. Oleh sebab itu, kami dapat mengatakan satu tetes dari sebuah samudra, tidak lebih. Insyaa-Allah kita berharap, segala sesuatu yang kita lakukan adalah untuk Allah, bukan untuk dunia. Barang siapa yang melakukan suatu perbuatan tanpa berpikir, tanpa mengetahui ilmunya, mereka akan dilenyapkan. Ooooh, ribuan dan ribuan orang menulis tentang Karbala. Tetapi jika mereka melihat dari sisi luar, mereka tidak bisa melihat sisi dalamnya.

Insyaa-Allah kalian akan bahagia dengan Sayyidina al-Mahdi (a) dan kalian harus berdoa bagi hamba yang lemah. Selama tujuh puluh tahun saya menanti, membuat diri saya siap untuk menyambutnya ketika beliau datang. Selama tujuh puluh tahun saya mendengar tentang beliau, hati saya dipenuhi dengan cinta dan pelayanan terhadapnya! Setiap abad, beberapa orang telah diberikan otoritas untuk bertemu dengan beliau, alayhi’ s-salaam. `Alaa nabiyyina wa `alayhi ‘sh-shalaati wa -salaam. Alfu alf shalaatu salaam `alaa habibillah wa nasli paaki rasuul hazrati Hussain, radhiy ’Allahu`anhu wa yardha `alayhi s-salaam. Yaa Rabbii! İj`alhum syufa`a lanaa yawma ’z-zihaam, untuk menjadi penyelamat bagi kami semua! Fatihah.


Source: Sufilive
© Copyright 2011 Sufilive.
This transcript is protected by International Copyright Law.‬ ‪ Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu Khayr.‬


{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar