BAHAYA! Jangan Tiup Makanan atau Minuman yang Masih Panas!

Bookmark and Share

Kamu pasti pernah mencoba meniup teh panas sebelum meminumnya. Begitu pun dengan makanan, kamu biasanya meniupnya terlebih dahulu sebelum melahapnya. Sebagian besar dari kita memang memiliki kebiasaan meniup minuman dan makanan yang masih panas sebelum menyantapnya. Alasan yang sering dilontarkan adalah karena buru-buru dan rasa lapar dan haus yang sudah menggebu atau berlebih. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa perilaku meniup makanan dan minuman yang masih panas adalah berbahaya?




Penjelasannya sebagai berikut.
Ketika kamu meniup, maka dari mulutmu menghasilkan gas CO2 (karbondioksida). Sedangkan uap yang dihasilkan minuman atau makanan panas adalah gas H2O (uap air). Nah, menurut ilmu kimia, gas karbondioksida jika bereaksi dengan uap air maka akan menghasilkan senyawa asam karbonatmenurut reaksi :

CO2 (g) + H2O (g) ==>  H2CO3 (g)

Perlu kita tahu bahwa di dalam darah itu terdapat H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah adalah Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3 dan dengan basa konjugasinya berupa HCO3- sehingga darah memiliki pH sebesar 7,35 – 7,45 dengan reaksi sebagai berikut: CO2 + H2O => HCO3- + H+

Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Adanya kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis.
Asidosis adalah suatu keadaan di mana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah. Sedangkan Alkalosis adalah suatu keadaan di mana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah.

Mengapa meniup makanan panas berbahaya?
Kembali lagi ke permasalahan awal, di mana makanan kita tiup, lalu karbondioksida dari mulut kita akan berikatan dengan uap air dari makanan dan menghasilkan asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah kita sehingga akan menyebabkan suatu keadaan di mana darah kita akan menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah asidosis.

Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida.
Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.

Tetapi kedua mekanisme tersebut tidak akan berguna jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat. Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun, menyebabkan syok, koma dan bahkan kematian.

Bagaimana menurut Islam?
Ternyata, dalam Islam juga diajarkan bahwa tidak boleh meniup makanan atau minuman yang masih panas. Hal tersebut dalam Islam sendiri jelas sangat dilarang selain kurang etis (kelihatan serakah) juga tidak menunjukkan kesabaran kita dalam menghadapi sebuah hidangan.
Rasulullah Saw melarang orang meniup-niup makanan atau minuman.” (HR.Abu Daud)

Maksudnya adalah, meniup-niup makanan dan minuman yang panas biasa dilakukan dengan tujuan agar lekas dingin, dan hal ini dilarang oleh Nabi. Hendaknya makanan atau minuman tersebut didiamkan saja atau didinginkan dengan metode lainnya selain dengan meniup langsung dengan mulut, misalnya dengan fan (kipas angin).

Nah, itulah beberapa alasan yang ilmiah bahwa meniup makanan atau minuman adalah berbahaya. Bahkan, Islam pun secara tegas melarangnya. Jadi, mulai sekarang, bagi yang masih sering meniup-niup makanan yang masih panas, yuk dihindari. Ganti saja dengan kipas angin.

Dari berbagai sumber

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar