Tuntunan dan Bimbingan Al-Qur’an dan As-Sunnah Tentang Kewajiban dan Hak Suami–Istri, Ayah–Ibu dan Anak-Anak (5)

Bookmark and Share
MENJEMPUT REJEKI YANG HALAL DAN BAROKAH

1. Dan karena rahmat-Nya Dia jadikan untuk mu malam dan siang, supaya kamu ber-istirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari Karunia-Nya pada siang hari dan agar kamu ber-syukur kepada-Nya. (Al Qashash, 28 : 73 ). Ikhtiar bekerja untuk menjemput rejeki yang halal dan barokah!, adalah sebagai salah satu bagian dari Karunia-Nya!!!

2. Bekerjalah , hai keluarga Daud. Dan bersyukurlah.  (Saba’, 34 : 13)

3. Carilah rejeki itu disisi Allah , sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. (Al ‘Ankabuut, 29 : 17) 

a. Mencari rejeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa dll) (HR. Athabrani dan Al baihaqi)

b. Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hamba-Nya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Adailami)

c. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah wajalla.”  (HR. Ahmad)

d. Sesungguhnya diantara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, shodaqoh, atau haji, namun hanya dapat ditebus dengan kesusah–payahan dalam mencari nafkah.  (HR. Athabrani)

e. “Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah.” (HR. Ahmad )

f. Apabila dibukakan bagi seorang pintu rejeki maka hendaklah dia melestarikannya (ditekuni, jangan suka berpindah-pindah usaha atau ikut-ikutan orang lain) (HR. Albaihaqi) bekerja  apa-saja  yang  penting  halal dan membawa  berkah dan ridho  Allah, dan syukurilah dengan ikhlas semua karunia-Nya,  Allah SWT. akan memberikan jalan kerejekian  yang jauh lebih baik , Percaya-lah !!!! )

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidur-mu diwaktu malam dan siang hari dan usaha-mu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.”( Ar Ruum  30 : 23 ),  
(Ikhtiar  bekerja untuk menjemput rejeki, adalah sebagai salah satu bagian dari Karunia-Nya!)

5. “Dan Katakanlah , “Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul-nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata lalu diberitakan-Nya kepada-kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At Taubah,  9 : 105) “Dan DIA memudahkan  (pula) untuk kamu apa yang dilangit dan apa yang dibumi semuanya (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda-tanda  (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Al Jaatsiyah, 45 : 13), “Sesungguhnya Allah itu mencintai orang Mukmin yang bekerja” (HR.Thabrani),  “Allah memberi rejeki kepada hamba-NYA sesuai dengan kegiatan dan kemauan kerasnya serta ambisinya.” ( HR. Aththusi , contoh :  saudara sekarang bekerja sebagai pedagang asongan, ya rejeki pedagang asongan lah yang bakal saudara dapat, kecuali Allah berkehendak lain, miliki ambisi dan kemauan keras hingga dengan izin Allah SWT. dan tekad saudara,  saudara bisa punya warung, kemudian berkembang lagi punya Toko, Insyaallah karena perjuangan saudara, Allah mengabulkan keingginan dan ambisi saudara sehingga saudara  punya mini market dan sterusnya , banyak contoh–contoh keberhasilan dari orang-orang seperti ini)                

6. “Sesungguhnya disamping kesulitan itu ada kemudahan , Maka apabila kamu sudah selesai (mengerjakan suatu pekerjaan) kerjakanlah pekerjaan yang lain.  Dan hanya kepada Tuhan-mu ( sajalah ) kamu berharap “.  (Alam Nasyrah , 94 : 5-8) ( perintah untuk rajin bekerja)

7. “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri “.  (Ar Ra’d , 13 : 11)

8. "Sesungguhnya kalian dihimpunkan penciptaannya didalam rahim ibunya empat puluh hari kemudian menjadi gumpalan darah selama itu juga , kemudian menjadi gumpalan daging selama itu juga, kemudian Allah mengutus seorang malaikat diperintahkan untuk (menuliskan) empat kata dan dikatakan kepadanya tulislah : amalnya,  rizki-nya, ajalnya, sengsara atau bahagia. Kemudian ditiupkan roh kedalamnya . . . ."( HR. Bukhari dan Muslim )  

Catatan :

Didalam hadits ini Allah telah menetapkan rizki seseorang ketika ia diciptakan / dilahirkan, meskipun demikian tidak ada seorangpun diantara manusia mengetahui seberapa banyak bagian rejekinya. Sehingga masih banyak kesempatan yang terbuka lebar  /  luas untuk selalu berusaha / beriktiar dan berusaha terus jangan sampai putus harapan (dari rahmat Allah), Barangkali inilah rahasianya mengapa Allah tidak menjelaskan perincian rizki setiap mahluknya kepada siapapun. Baik kepada Malaikat, Jin maupun manusia.“ . Allah melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan Dia membatasi baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.“ (Al ‘Ankabuut, 29 : 62 ), Ada 2 kelompok manusia yang diberi kemudahan dalam urusan rejeki, Kelompok pertama adalah kelompok manusia yang bisa menjadi kaya didunia tapi dijanjikan Allah miskin di akhirat alias masuk neraka karena kayanya secara tidak halal dan amal kebaikannya sedikit. Kelompok kedua adalah manusia yang diizinkan menjadi orang kaya karena perjuangan hidupnya memperoleh ilmu dunia maupun Akhirat dengan baik demikian juga amalnya. sehingga ia bisa menjadi orang kaya dengan izin-Nya yang juga banyak amal kebaikannya , hanya kelompok manusia seperti ini tidak banyak dibandingkan dengan kelompok yang pertama. Demikian juga dengan kelompok yang disempitkan rejekinya ada dua kelompok , kelompok pertama adalah manusia yang miskin ilmu, miskin usaha alias malas bekerja dan miskin ilmu agama, orang bodoh yang tetap bertahan dengan kebodohannya, tapi sombong dengan kelakuannya. Kelompok kedua adalah orang beriman yang baik kelakuannya , tapi diberi keterbatasan dalam ilmu dunia dan hubungan antar manusia ( lingkup pergaulannya sempit ) lingkup pergaulan yang sempit ini terkadang menjadi pilihannya karena takut dengan effek negatif dari lingkup pergaulan yang luas dan sebagainya. Kesusahan ekonomi menjadi ujian bagi kehidupan imannya kepada Allah SWT didunia jika ia tetap bertahan didalam iman dan taqwanya maka surga mulia menjadi tempat tinggalnya, Insya allah , didalam haditsnya Rasulullah SAW, bersabda bahwa penghuni surga adalah mayoritas hamba–hamba Allah yang miskin ketika hidup didunia. Karenanya saudaraku apapun yang kita hadapi selama kita tetap dalam iman dan Taqwa serta bertawaakal , jangan pernah takut terhadap keadaan kehidupan apapun bentuknya, yakinkan diri dengan janji–janji Allah SWT. Sesungguhnya secelaka–celakanya yang namanya anak manusia adalah hidup miskin dan sengsara didunia dan diakhirat dia masuk neraka, selamanya. (Naudzhubillah min dzalik), Demikan pendapat penulis, banyak faktor yang menyebabkan orang bisa menjadi orang kaya didunia atau tetap miskin. Wallahu’alam bishowab, Sesungguhnya hanya Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

Hidup cukup, tidak kurang tidak lebih adalah kehidupan yang didambakan, diusahakan dan didoakan oleh setiap orang yang beriman  yang ingin tetap istiqamah dalam Taqwa dan dalam tawakalnya. Dengan bekal iman, Taqwa dan ilmu-Nya, Ia Ikhtiarkan hidupnya dengan perjuangan  agar tidak hidup miskin, dengan demikian  ia bisa menjaga dirinya dan keluarganya terhindar dari kekufuran. Dan ia semakin banyak beramal ketika Allah SWT memudahkan rejeki untuknya, dengan banyak beramal dia bisa menjaga kecukupan kehidupan keluarganya untuk tetap cukup agar jangan sampai ia menjadi orang kaya yang akhirnya menjadikan ujian bagi diri dan keluarganya , melupakan Tuhannya didalam amal kesehariannya karena terlena dengan nikmat bergelimpangan harta dunia. Yang akhirnya bisa membuat dia dan keluarganya celaka di akhirat. Naudzubillah min dzalik , katanya ! 

9. Dan betapa banyak binatang yang tidak menanggung rejeki-Nya. Allah-lah yang memberi rejeki kepada-nya dan kepada kamu, dan DIA Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al ‘Ankabuut , 29 : 60) ,

10.  Barang siapa yang menghendaki dunia, maka adalah dengan ilmu dan barang siapa yang menghendaki Akhirat maka adalah dengan ilmu dan barang siapa yang menghendaki keduanya , maka adalah dengan ilmu. (Al-Hadits)

11. Siapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguh -nya Allah Maha Perkasa lagi Maha bijaksana. (Al Anfal, 8 : 49),  Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.  (Al Maa-idah, 5 : 23 ). Apabila engkau telah teguh pikiran , maka hendaklah bertawakkal kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal. (Ali Imran , 3 : 159 , Ali Imran , 3 : 200 ) ( bertawakallah setelah beriman, bertaqwa / ikhtiar, berdoa dan Dzikir ingat Allah serta banyak beramal baik / sholeh )


12. Sesungguhnya jika kamu bersyukur , pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu.  (Ibrahim, 14 : 7)

13. Maka makanlah rezeki yang halal lagi baik yang dikaruniakan Allah kepadamu. Dan syukuri nikmat Allah jika memang kamu hanya kepada Nya saja menyembah. (An Nahl, 16 : 114, Ibrahim, 14 : 7  dan  Al Baqarrah, 2 : 172)

14. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan pekerjaan yang baik, maka bagi mereka itu pahala yang tiada putus-putus nya . (At Tiin, 95 : 6 )

15. Mereka itulah orang-orang yang sebenarnya beriman, mereka mendapatkan derajat  yang  tinggi  dari  Tuhan nya  dan  ampunan  beserta  rezeki yang mulia.  (An Anfal, 8 : 4)

16. Tidak ada kesusahan dan krisis ekonomi bagi orang yang beriman dan bertaqwa / beramal saleh :

a. Dan orang-orang yang beriman , beramal amalan saleh dan percaya kepada (wahyu) yang diturunkan kepada Muhammad  dan itu benar dari Tuhan mereka, Maka Allah akan menghapus kan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaannya. (Muhammad, 47 : 2 )

b. Barang siapa yang mengerjakan amal saleh  baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepada-nya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (An Nahl, 16 : 97 )

c. Barang siapa yang taqwa kepada Allah , maka Allah akan men - jadikan baginya jalan keluar dari kesempitan dan memberi-nya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka-nya. ( Ath-Thalaaq, 65 : 2-3 )

d. Dll. (Beriman dan ber-amal saleh adalah kunci membuka segala hal yang baik, penuh berkah rahmat dan rido-Nya )

17. Sabda Rasulullah saw : Barang siapa benar-benar ikhlas kepada Allah , niscaya akan ditanggung segala urusannya dan diberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. (Al Hadits)

18. Allah akan memberi ganjaran kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh.  Mereka mendapat ampunan dan rezeki yang mulia.(Saba’, 34 : 4 )

19. .....barang siapa membikin ibu – bapak nya marah, maka berarti membikin Allah marah kepadanya. (HR.Bukhari), Apabila seseorang meninggalkan do’a bagi kedua orang-tuanya maka akan terputus rejeki-nya. (HR. Adailam )

20. Kejujuran (pandai menunaikan amanat Allah) itu menarik Rizki dan penghianatan ( terhadap amanat Allah ) membawa kepada kefakiran.
(kemelaratan / kemiskinan ) (HR. Ad-Dailam )

21. Jikalau sekiranya penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa niscaya Kami melimpah - kan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. (S. Al-A’raf , 7 : 96)

22. Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya dalam rezeki yang diberikan kepada nya. Kalau dia ridho dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memberkahinya  dan meluaskan pemberian-Nya.  Kalau dia tidak ridho dengan pemberian-Nya maka Allah tidak memberinya berkah. ( HR. Ahmad )

23. Dan dilangit terdapat (sebab-sebab) rezekimu , dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepada-mu, Maka demi Tuhan langit dan bumi , sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjad ) seperti perkataan yang kamu ucapkan.  (Adz Dzaariyaat,  51 : 22-23 )

24. Dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah bersabda : Jangan menganggap lambat rezeki , sebab malaikat Jibril menyampaikan kepadaku bahwa salah seorang diantara kamu tidak akan dapat keluar dari dunia ini, kecuali telah menyempurnakan rejekinya.  Oleh karena itu hendaklah engkau takut kepada Allah, wahai sekalian manusia. Dan usahakanlah dalam mencari rejeki dengan jalan yang baik, Maka apabila salah seorang diantara kamu menganggap bahwa rejekinya lambat , janganlah memintanya dengan berbuat ma’siat kepada Allah, Sebab anugerah Allah tidak akan dapat dicapainya dengan ma’siat kepada-Nya. ( HR. AL Hakim )

25. Bahwa rasulullah Saw bersabda  :  Sesungguhnya Rohul Kudus (Jibriel) telah membisikkan dalam kalbu-ku bahwa seseorang itu tidak akan mati sehingga ia (orang itu) memperoleh cukup dari rejeki yang ditentukan untuk nya. Maka dari itulah takutlah kamu semua pada Allah dan berbuat baguslah dalam mencari rezk. (jangan tamak atau jalan yang haram), (Ibnu Mas’ud , diriwayatkan oleh Ibnu Abiddunya dan HR. Al Hakim) 

26. Barang siapa yang menginginkan untuk dipermudah urusan rejekinya dan diperpanjang umurnya (oleh Allah) maka hubungilah saudara-nya. (bersilahturahim). (HR. Bukhari dan Muslim) (memberikan kebaikan-kebaikan atau manfaat kepada yang dikunjungi, membina hubungan baik di jalan Allah SWT) ,

27. Dan bertaqwa-lah kepada Allah yang dengan ( mempergunakan ) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.(An Nisa’,  4 : 1)

28. Kebaikan yang paling cepat mendapat ganjaran ialah kebajikan dan menyambung hubungan kekeluargaan  dan kejahatan yang paling cepat mendapat hokum - an ialah : kezaliman dan pemutusan hubungan kekeluargaan. (silahturahim)  (HR.Ibnu Majah )(memutuskan hubungan tali silaturahim bisa berarti sama dengan memutuskan atau menghambat masuknya / jalannya rejeki dari Allah)

29. Barang siapa yang melazimi istighfar, niscaya Allah SWT. Akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegelisahan dan akan diberinya jalan ke luar dari berbagai kesempitan dan akan diberinya pula rezeki dari jurusan yang tak terduga” (HR. Abu Daud  Al Hakim)

30. Orang yang menginginkan umur panjang dan rejeki yang cukup , hendaknya bersikap baik dan mengasihi orang tuanya dan sanak  familinya.” (Anas bin Malik Ra. )

31. Dan kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan dan gembira kanlah orang-orang yang sabar , yaitu yang apabila mereka ditimpa musibah mereka berkata   : Sesungguhnya kami ini milik  Allah dan kepada -Nya kami akan kembali, Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan Shalawat dan rahmat dari Rabb mereka dan merekalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk. (Al baqarah, 2 : 155-157)

32. “Barang siapa yang sehat jasmaninya dan senang hatinya  , dirumahnya ada makanan buat satu hari , maka seakan-akan seluruh isi dunia ini ada diadalam genggamannya”  , Mintalah kepada Allah akan keyakinan ( agama yang benar ) dan kesehatan , karena sesungguhnya tidak ada sesuatu sesudah keyakinan yang lebih berharga dari pada kesehatan”. (Al Hadist )

33. Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuan nya . Dan orang yang disempitkan rizkinya hendak-lah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepada-nya. Allah SWT tidak akan memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya  Allah kelak  akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (Thalaaq, 65 : 7)

34. Siapapun hamba (Allah) yang dagingnya tumbuh dari perolehan haram dan membungakan uangnya  riba  maka api neraka layak baginya. (Saad bin Abi Waqqas)

35. Hai sekalian manusia makanlah apa yang halal dan baik yang ada dimuka bumi. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi-mu. ( Al Baqarah  , 2 : 168 ).   Setan menjanjikan kamu kemiskinan dan menyuruh mu berbuat yang keji-keji (Al Baqarah, 2 : 268). Hai orang-orang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (At Tahrim , 66 : 6)

36. Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya  disebabkan dosa yang dibuat nya.  (HR. Attirmidzi dan Al Hakim) 

37. Maka makanlah rezeki yang halal  lagi baik yang dikaruniakan Allah kepada-mu. Dan syukuri nikmat Allah jika memang kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.  (An Nahl , 16 : 114 , Ibrahim , 14 : 7 , dan Al Baqarrah, 2 : 172 )

38. “Dan belanjakanlah (harta-bendamu) di jalan Allah. Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”(Al Baqarah, 2 : 195 )

39. Bukanlah dari golongan kami, orang yang diperluas rejekinya oleh Allah lalu kikir dalam menafkahi keluarga-nya  (HR. Adailami)

40. Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain , . . . . . . . . . , Dan Allah mempunyai karunia yang besar (Al Anfal, 8 : 29), dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-NYA. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu-nya.  (An Nisaa, 4 : 32)

41. Bagi setiap sesuatu terdapat ujian dan cobaan dan ujian serta cobaan terhadap umatku ialah harta benda. (HR. Attirmidzi), Barang siapa mengumpulkan harta dengan tidak sewajarnya ( tidak benar, zalim ) maka Allah akan memusnahkannya dengan air (banjir, bah ) dan tanah (longsor / gempa bumi)  ( HR. Al Baihaqi ),  Harta kekayaan adalah sebaik-baik penolong bagi pemeliharaan ketaqwaan kepada Allah.(HR. Adailami), Cinta yang sangat terhadap harta dan kedudukan dapat mengikis agama seseorang. (HR.Aththusi ), Apa yang sedikit tetapi mencukupi lebih baik baik daripada banyak tetapi melalaikan. (HR. Abu Dawud ), Sesungguhnya uang dinar dan dirham ini (Rupiah, dollar dll) telah membinasakan orang-orang sebelum kamu dan dimasa yang akan datang pun akan membinasakan.  (HR. Athabrani, maka berhati-hatilah dalam mencari dan membelanjakannya), Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta–benda tetapi kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan jiwa / hati.  ( HR. Abu Yu’la ),  Wahai ‘Amru alangkah baiknya harta yang sholeh ditangan orang yang sholeh. (HR. Ahmad),  Tiap menjelang pagi hari dua malaikat turun. Yang satu berdoa,  Ya Allah , karuniakanlah bagi orang yang menginfaqkan hartanya tambahan peninggalan. Malaikat yang satu lagi berdoa,  Ya Allah timpakan kerusakan  (kemusnahan) bagi harta yang ditahan-nya (dibakhilkannya). (Mutafaq ‘alaih),  Orang yang paling dirundung penyesalan pada hari kiamat ialah orang yang memperoleh harta dari sumber yang tidak halal lalu menyebabkannya masuk neraka.” ( HR. Al Bukhari), “Janganlah kamu mengagumi orang yang terbentang kedua lengannya menumpahkan darah. Disisi Allah dia adalah pembunuh yang tidak mati. Jangan pula kamu mengagumi orang memperoleh harta dari yang haram. Sesungguhnya bila ia menafkahkannya atau bersedekah maka tidak akan diterima oleh Allah dan bila disimpan hartanya tidak akan berkah. Bila tersisa pun hartanya akan menjadikan bekalnya dineraka. (HR.Abu Dawud),  Hampir saja kemiskinan  berubah menjadi kekufuran. (HR. Athabrani),  Kesengsaraan yang paling sengsara ialah miskin di dunia dan disiksa  di akhirat. ( HR. Athabrani & Asysyihaab )   

42. Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada tengkukmu (kikir) dan jangan (pula) engkau bentangkan selebar-lebarnya (boros), karena engkau akan tercela lagi menyesal.  (Al Israa’ , 17 : 29-30),  Dan adalah orabg-orang yang apabila membelanjakan hartanya , tidak boros dan tidak  (pula) kikir, dan adalah pertengahan dinatara demikian. ( Al Furqaan , 25 : 67, tidak mubazir dan tidak bakhil),  Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya syaitan , dan syaitan itu sangat ingkar terhadap Tuhan-Nya.  (Al Israa, 17 : 26–27), Barang siapa melakukan pemborosan (royal / tabdzir) maka Allah akan mencegahnya dari perolehan (rejekinya). ( HR. Asysyhaab ),  Hindarilah kikir, karena kikir itu telah membawa kehancuran orang-orang sebelum kamu. (HR. Muslim),  Dan barang siapa yang terpelihara dari kikir , maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. ( Al Hasyr, 59 : 9 ),  Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (At taghaabun, 64 : 16), Menghemat dalam nafkah adalah separoh pendapatan (belanja), dan mengasihi serta menyayangi orang lain adalah separoh akal , sedangkan bertanya dengan baik adalah separoh ilmu.  (HR. Athabarani) (Al Maidah, 5 : 101-102 )

43. Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah , niscaya Dia akan menga - dakan bagi-nya jalan keluar ( dari kesulitan ) Dan Dia akan memberi-nya rezeki dari arah yang tidak ia duga-duga.  Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluan-nya. Sesungguh-nya Allah melaksana kan urusan yang dikehendaki-nya. Sesungguh-nya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (At Talaq , 65 : 2-3 ) (Imani dengan haqul yakin ayat ini !),  Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwasanya Allah telah menyediakan bagi kamu apa yang ada dilangit dan dibumi, serta mencukupkan ( menyempurnakan ) untukmu nikmat-nikmat-Nya, lahir-bathin.(Luqman, 31 : 20 ) 

44. “Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan  sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir  , pada setiap butir seratus biji. Allah melipat-gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui. “ (Al Baqarah,  2 : 261 )  

45. Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkah kan hartanya dijalan Allah) , maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak sekali. Dan Allah sanggup mempersulit dan melapangkan 
(rezeki).  Dan kepada-nya lah kamu dikembalikan. (Al Baqaroh , 2 : 245 , termasuk sodaqoh)

46. “ Hai orang yang beriman , bertaqwa - lah kamu kepada Allah , dan katakanlah perkataan yang benar ; niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amal-mu dan mengampuni bagi-mu dosa-dosa-mu , … “  ( Al  Ahzab , 33 : 70-71)

47. Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang ( terjadi ), dan kamu tidak bisa menolaknya. (Al An’aam,6 : 134)

48. Janji Allah pasti, Allah tidak memungkiri janji-Nya.  ( Az Zumar, 39 : 20 ),  Dan penuhi janjimu kepada-Ku niscaya Aku  penuhi pula janji-Ku kepada - mu.   (Al Baqarah, 2 : 40) => Janji orang beriman kepada Tuhan-nya adalah mau mendengar berita peringatan dan berita gembira yang dibawa Rasululloh SAW dan mau taat , laksanakan janji ini dulu => Dengar dan taat , maka Allah SWT akan memenuhi janji-Nya!)

a. “Dan ingatlah nikmat Allah atas kamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan, “Kami dengar dan kami taati.” Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati.” (Al Maa-idah , 5 : 7), “Dan Tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak ( pula ) bagi perempuan yang mukmin , apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat , sesat yang nyata “  (Al Ahzab, 33 - 36 - 36,  Al Baqarah, 2 : 172 ) , “Ucapan orang-orang beriman apabila diajak untuk menyelesaikan seluruh persolan / masalah yang dihadapi-nya kepada  Hukum Allah dan Rasul-Nya, hanyalah akan berkata, “ Kami dengar dan kami taati.“ Dan mereka inilah orang-orang yang akan memperoleh Kebahagiaan.” ( An Nur, 24  : 51 ) ,

b.  . . dan tepatilah janji-mu. Sesungguhnya janji itu akan dimintakan pertanggung jawabannya.  (Al Israa’, 17 : 34)

c. “ Diantara orang – orang mukmin ada orang - orang yang menepati  apa yang telah mereka janjikan kepada Allah  , maka diantara mereka ada yanga  gugur dan diantara mereka ( juga ) ada yang menunggu dan mereka tiada menggubah janji. “ (Al Ahzaab , 33 : 23 – 24)

d. “ Ya Tuhan kami , sesungguhnya kami telah mendengar seruan orang yang menyerukan kepada iman , (yaitu) berimanlah kamu kepada Tuhanmu maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan – kesalahan kami dan matikanlah kami bersama orang yang baik – baik. Ya Tuhan kami berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-MU , dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” ( Aali’Imraan , 3 : 193 – 194  )  

e. “ Hanyalah orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran ,( yaitu ) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.” ( Ar Ra’d, 13 : 19-20)

48. Maka bersabarlah. Sesungguhnya janji Allah itu pasti benar.  Mintalah ampunan dosa mu. Dan bertasbihlah memuji Tuhan engkau  waktu petang dan pagi. (Al Mukmin, 40 : 55)  (“Bertobatah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nur, 24 : 31) - ( beruntung dalam banyak hal ! )

49. Maka demi Tuhan langit dan bumi , sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar ( akan terjadi ) seperti perkataan yang  kamu ucapkan. (Adz Dzaariyaat, 51 : 22- 23)

50. Dan lain-lain,

“ Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu , jika kamu tidak mengetahui. “ (Al Anbiyaa’, 21 : 7 - An Nahl, 16 : 43)
 
Tambahan  :

1. Kelancaran usaha kepala rumah tangga ( ayah ) didalam hal menjemput rejeki keluarga-nya yang barokah tidak lepas dari peran serta anggota keluarga , (  anak dan istri ) , Dukungan moril , doa dan perilaku yang baik sesuai porsi dan kewajiban-nya masing-masing ( yang telah diatur dan ditetapkan didalam Hukum-hukum-Nya –  Al Qur’an & Hadits ) sangat memegang peranan penting didalam membantu kelancaran dan keberhasilan usaha menjemput karunia Allah tsb. ( deras-nya aliran rejeki yang halal dan barokah  untuk keluarga ) ( Karunia Rejeki Allah SWT bagi anak dan istri yang tidak bekerja boleh dikatakan sebagian besar lewat ayah atau suami-nya oleh karena-nya apabila si-anak dan si istri tidak taat kepada Allah / ayah / suami maka peri-laku mereka yang buruk akan mengganggu kelancaran usaha sang Ayah / suami didalam menjemput rejeki-rejeki mereka dan bisa juga sang ayah / suami menjadi menyimpang sehingga mencari / mengupayakan rejeki yang tidak halal / haram ) , Ingat’lah itu !  Wahai Kaum Istri dan para anak-anak, dan Jangan lah menjadi musuh dan cobaan baginya ! (suami / ayah) “Wahai orang–orang beriman sesungguhnya ada diantara istri-istrimu dan anak-anakmu yang menjadi musuh bagimu, maka hati-hatilah terhadap mereka.“ (At Taghaabun , 64 : 14, anak-anak dan istri yang tidak bersyukur atas karunia rejeki yang halal dari Allah SWT. , cinta harta dunia , berharap lebih dari ayah untuk memenuhi nafsu kesenangan dunia mereka bisa menjerumuskan suami/ayah kepada pelanggaran hukum Allah / negara , misalnya korupsi , manipulasi dll ) , “ sesungguhnya harta-mu dan anak-anak-mu hanyalah cobaan   ( bagi-mu )  dan di Sisi Allah Pahala yang besar “ (At Taghabun, 64 : 15)

2. jadi bagi para anak dan para istri pandai–pandailah mengambil dan membawa sikap !, bersikaplah sesuai apa yang Allah perintahkan, bukan perintah dari hawa nafsu buruk ego pribadimu. Status anak dalam keluarga adalah amanah–Nya, Status anak sebagai seorang pelajar penuntut ilmu adalah Amanah–Nya , Status kakak dan adik dalam keluarga adalah amanah-Nya , Status istri adalah amanah-Nya, Status ibu adalah amanah-Nya , Status anggota keluarga adalah mengemban amanah–Nya sebagai tetangga. Dan status–status ini akan lebih berkembang lagi dalam lingkungan yang berberbeda. Jadi didalam kemashalatan kehidupan ini semua manusia memiliki banyak status dan semua status itu adalah amanah yang datang dari Allah SWT, status sebagai pegawai, status sebagai mertua, mantu, nenek, kakek, anggota masyarakat dan sebagainya, Pertanyaannya sekarang adalah : Sebagai orang yang beriman kepada-Nya dan kepada semua hukum-hukum-Nya, sudahkah semua status kita yang merupakan amanah- Nya itu dapat / telah kita jalankan dengan sebaik-baiknya berdasarkan hukum-hukum yg telah ditetapkan Nya (Al Qur’qan dan Sunnah rasul)?

3. Hindari sama sekali keributan , pertentangan , perbantahan antara anak , istri dan suami. hindari kata – kata kasar yang saling menyakitkan , akui kesalahan dengan rendah hati, dan jangan mencari-cari kesalahan anggota keluarga. Hormati hak-hak setiap anggota keluarga sesuai status yang telah Allah SWT. tetapkan dalam hukum–hukum–Nya, hormati hukum-hukum itu dengan jalan tidak melanggar-Nya. Keributan yang sering terjadi menimbulkan ketidak harmonisan dalam kehidupan rumah tangga, Malaikat penghantar rejeki tidak akan mampir bahkan akan menjauh dan sebaliknya setan si pemboros yang masuk, berhati-hatilah!!!

4. Kunci dalam menjemput rejeki : Logika dan analisa yang akurat (akal Plus ilmu) diimbangi dengan semangat dan mental yang Kuat ( pantang menyerah ) , serta melibatkan persepsi , intuisi,  Allah dan hukum-hukum-Nya , yakinkan diri bahwa  semua hajat yang diinginkan akan dapat tercapai.  (Ikhtiar lahir dan bathin) 

5. Sesungguhnya rejeki mencari seorang hamba sebagaimana ajal mencarinya.(HR. Athbrani).

6.1 Allah SWT. telah berjanji akan selalu memberikan kemudahan bagi kita hamba-hamba-Nya yang Beriman , Bertaqwa dan bertawakal hanya kepada-Nya dan yakinlah bahwa Allah pasti menepati janji–Nya :

(a). Dia telah memilih kamu (menjadi umat yang terbaik). Dia tidak menjadikan kesulitan dalam agama. (Al Haj, 22 : 78)  
(b). Allah menghendaki kemudahan bagi-mu , dan tidak menghendaki kesukaran bagi-mu.  (al Baqarah, 2 :185) 
(c). “Allah hendak memberikan keringanan kepada-mu”. (An Nisaa’, 4 : 28)
(d). “Allah tidak hendak menyulitkan kamu”. (AL Maa-idah , 5 : 6) 
(e). Dll

6. 2   Allah tidak mungkin memungkiri janji–Nya.

(a). Janji allah pasti , Allah tdk memungkiri janji-Nya. (Az Zumar,39 : 20) 
(b). Dan siapakah yang lebih menepati janjinya ( selain ) dari pada Allah? (At Taubah ,  9 : 111). Dan penuhi janjimu kepada-Ku niscaya Aku  penuhi pula janji-Ku kepadamu. (Al Baqarah, 2 : 40)
(c). Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu , jika kamu tidak mengetahui. ( Al Anbiyaa’, 21 : 7 , An Nahl ,  16 : 43 ), Orang yang berilmu itu bukan saja ulama yang menguasai ilmu agama , tapi juga ulama yang menguasai ilmu lainnya , misal : ilmu dagang , ilmu pemasaran , ilmu ekonomi dll sebagainya , maka bertanyalah kepada ulama sesuai jenis pekerjaan yang sedang anda lakukan dan geluti ! , Ingat ! , Allah tidak suka kepada orang bodoh yang tidak mau belajar. Belajar , menuntut ilmu & mengamalkan-nya karena Allah SWT. hukumnya adalah : Wajib ! , Wajib ! & Wajib !  (Tidak harus dibangku sekolah, bergaul dengan para ulama khususnya ulama agama dan ulama yang berkaitan dengan beberapa bidang yang pekerjaan diminati, atau dengan membaca, dll, banyak cara untuk berpengetahuan!, hakekat silahturohim harus diyakini untuk diamalkan, lakukan dengan berkunjung ke para ulama / ustad, yang berhubungan dengan pekerjaan menjemput rejeki ya Ulama yang berkaitan dengan hal itu. Contoh : Tukang kayu  /  batu sering–seringlah berkunjung ke mandor,  pelaksana atau Manager proyek , ilmu yang berkurang bisa bertambah - bila kita sedang tidak ada pekerjaan, merekalah yang nantinya akan menghubungi kita atau sebaliknya kita yang akan mengunjungi mereka)

SAHABAT KARIBNYA DOA YANG MAKBUL ADALAH IKHITIAR sungguh-sungguh SEBAGAI AMAL IBADAH DALAM SABAR DAN TAWAKAL, SAHABAT KARIBNYA IKTHIAR ADALAH ILMU DARI YANG DIKHTIARKAN, SAHABAT DEKATnya ILMU ADALAH KEMBALI (taubat bila melakukan kesalahan dan tidak diulang kembali) dan  AKAL (pendengaran, penglihatan, dan hati )



Hal Harta Benda

1.  Dan Kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebih–lebihan. ( Al Fajr, 89 : 20 ) , “ Sesungguhnya  manusia sangat ingkar kepada ( nikmat ) Tuhan-nya. Dan sesungguhnya ( manusia ) atas yang demikian adalah menyaksikan. Sesungguh -nya dia sangat cinta kepada harta benda ( tamak ) “ (Al ‘ Aadiyaat, 100 : 6-8-11)

2.  Sebenarnyalah, sesungguhnya manusia suka melampui batas, karena memandang dirinya kaya atau terpandang. (Al‘Alaq, 96 : 6-7)

3.  Dan kalau Allah melapangkan rezeki bagi hamba-hamba-Nya, niscaya mereka melampui batas dibumi.  (Asy-Syuuraa, 42 : 27)

4.  Harta dan anak–anak adalah perhiasan hidup didunia, dan amal saleh yang kekal adalah sebaik–baik pahala disisi Tuhan-mu dan sebaik-baikk cita-cita. (Al Kahfi,  18 : 46) , “ Hai orang yang beriman janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. dan barang siapa yang berbuat demikian , mereka itulah orang-orang yang rugi.” ( Al Munaafiquun , 63 : 9 ),  (QS.An Nuur, 24 : 37 -  QS. At Takaatsur, 102 : 1-8)

5.  Dan dihiasi kehidupan manusia itu dengan kecintaan dan kecenderungan kepada wanita- wanita, anak keturunan , harta yang berlimpah dari emas, perak dan kuda tunggangan  yang bagus, binatang ternak dan sawah ladang . Itu semua adalah kesenangan hidup didunia, sedangkan disisi Allah–lah tempat kembali yang lebih baik (surga) (Ali’Imraan, 3 : 14,)  Sebenarnya kamu ( hai manusia ) mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan ( kehidupan ) akhirat “  (Al Muddatstsir , 74 : 20–21, Al Baqarah, 2 : 86 ) ( Sifat/perilaku umum manusia , dan bukanlah sifat / perilaku manusia calon penghuni surga ), Katakanlah, “Jika bapakbapakmu, anak-anakmu, saudara-saudarmu, istri-istrimu, kaum keluargamu , harta kekayaan yang kamu peroleh , perniagaan yang kamu kawatirkan merugi , dan tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan  ( dari ) berjihad di jalan–Nya , maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak menunjuki kaum yang fasik.” (At Taubah, 9 : 24),  Hai orang yang beriman janganlah harta-mu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah dan barang siapa yang berbuat demikian  mereka itulah orang-orang yang rugi. (Al Munaafiquun,  63 : 9 ), ( QS.24 : 37 - QS.102 : 1-2 ) 

6. Dan janganlah kamu memakan harta sesamu dengan batil ( tidak halal) dan kamu bawa perkara-nya kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta orang lain dengan cara ( berbuat dosa) sedang kamu mengetahui.” (Al Baqarah, 2 : 188),  Sesungguhnya orang–orang yang memakan harta anak yatim secara aniaya, sebenarnya yang mereka makan dalam perut mereka adalah api , dan mereka akan masuk kedalam api yang menyala-nyala. ( neraka ).  ( An Nisaa, 4 : 10 )

7.  Bagi setiap sesuatu terdapat ujian dan cobaan dan ujian serta cobaan terhadap umatku ialah harta benda. ( HR. Attirmidzi )

8.  Barang siapa mengumpulkan harta dengan tidak sewajarnya ( tidak benar , zalim ) maka Allah akan memusnahkannya dengan air   (banjir , bah) dan tanah (longsor / gempa bumi) “ (HR. Al Baihaqi)

9.  Harta kekayaan adalah sebaik-baik penolong bagi pemeliharaan ketaqwaan kepada Allah.”  (HR. Adailami)

10. Cinta yang sangat terhadap harta dan kedudukan dapat mengikis agama seseorang.  (HR.Aththusi)

11. Apa yang sedikit tetapi mencukupi lebih baik baik daripada banyak tetapi melalaikan. (HR. Abu Dawud) 

12. Sesungguhnya uang dinar dan dirham ini ( Rupiah , dollar dll ) telah membinasakan orang-orang sebelum kamu dan dimasa yang akan datang pun akan membinasakan.  (HR. Athabrani, maka berhati-hatilah dalam mencari dan membelanjakannya. ) ,

13. Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta–benda tetapi kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan jiwa (hati).  (HR. Abu Yu’la)

14. Wahai‘ Amru alangkah baiknya harta yang sholeh ditangan orang yang sholeh. (HR. Ahmad)

15. Tiap menjelang pagi hari dua malaikat turun. Yang satu berdoa, “ Ya Allah, karuniakanlah bagi orang yang menginfaqkan hartanya tambahan peninggalan.” Malaikat yang satu lagi berdoa , “ Ya Allah timpakan kerusakan  ( kemusnahan ) bagi harta yang ditahan-nya   (di bakhilkannya ).  (Mutafaq ‘alaih)

16. Orang yang paling dirundung penyesalan pada hari kiamat ialah orang yang memperoleh harta dari sumber yang tidak halal lalu menyebabkannya masuk neraka.  (HR. Al Bukhari)

17. Janganlah kamu mengagumi orang yang terbentang kedua lengannya menumpahkan darah. Disisi Allah dia adalah pembunuh yang tidak mati. Jangan pula kamu mengagumi orang memperoleh harta dari yang haram. Sesungguhnya bila ia menafkahkannya atau bersedekah maka tidak akan diterima oleh Allah dan bila disjmpan hartanya tidak akan berkah. Bila tersisa pun hartanya akan menjadikan bekalnya di neraka. ( HR.Abu Dawud )

18. Hampir saja kemiskinan  berubah menjadi kekufuran. (HR. Athabrani), “Kesengsaraan yang paling sengsara ialah miskin di dunia dan disiksa  di akhirat. (HR. Athabrani & Asysyihaab)

19. Dan orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak mau membelanjakannya dijalan Allah, maka beri tahukanlah kepada mereka dengan siksa yang pedih. ( At taubah, 9 : 34-35 )



MEMBELANJAKAN HARTA DI JALAN ALLAH

Sebagian harta yang Allah SWT. titipkan kepada kita adalah juga bagian dari haknya para fakir miskin , kaum duafa , yatim piatu , para janda dan sumbangan lainnya di jalan Allah ( Bencana Alam , pembangunan sarana ibadah , pendidikan & syiar islam / menolong agama Allah - QS. Muhammad , 47 : 7 , dll ), sebagaimana yang diterang didalam firman-Nya :

1. Dan barang siapa yang terpelihara dari kikir , maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. (Al Hasyr, 59 : 9),  Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya , maka mereka itulah orang-orang yang beruntung” . (At taghaabun , 64 : 16),  Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada tengkukmu (kikir) dan jangan (pula) engkau bentangkan selebar-lebarnya (boros) , karena engkau akan tercela lagi menyesal. “(Al Israa’, 17 : 29-30 ),  Hindarilah kikir, karena kikir itu telah membawa kehancuran orang-orang sebelum kamu “ (HR.Muslim)

2. Dan apa saja yang yang kamu nafkahkan dari pada harta , maka (kebaikannya) adalah untuk diri kamu sendiri. Dan tidaklah kamu nafkahkan sesuatu melainkan karena mengharapkan ridho Allah. Dan apa saja yang kamu nafkah-kan diantara harta kamu, niscaya disempurnakan Allah balasannya kepadamu sedang kamu tidak dianiaya. (Al Baqarah ,  2 : 272 dan  Al Baqarah  2 : 207) 

3. Dan orang – orang yang didalam hartanya , ada hak yang ditentukan. Bagi orang  (miskin) yang meminta dan orang (miskin) yang tidak mau meminta. (Al Ma’aarij, 70 : 24 - 25),  Bersedekahlah bagi orang–orang fakir yang terikat pada jalan Allah , mereka tidak dapat berusaha di bumi ( mencari penghidupan). (Al Baqarah, 2 : 273)

4. Kamu tidak akan memperoleh kebaikan (yang sempurna) , sehingga kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya  (Ali Imran , 3 : 92 ) (At Taubah , 9 : 24)

5. Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu : merahasiakan keluhan , merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh. (HR. Athabrani)

6. Hanya sesungguhnya orang–orang yang mukmin itu ialah orang–orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya , kemudian mereka tiada ragu-ragu dan mereka berjuang dengan harta dan diri mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang – orang yang benar   (Al Hujuraat , 49 : 15)

7.  Ketahuilah sesungguhnya ( nafkah itu ) adalah suatu jalan bagi mereka  untuk mendekat diri ( kepada Allah ). Allah akan memasukkan mereka kedalam rahmat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Penganpun lagi Maha Penyayang .” (At Taubah,  9 : 99)

8. Hai orang–orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukan kepada kamu suatu perniagaan  yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?, (Hendaklah)  kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjuang pada jalan Allah dengan harta dan diri kamu, Demikian itu adalah lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui. (Ash Shaff, 61 : 10 – 11)

9. Dan janganlah engkau memberi karena hendak memperoleh yang lebih banyak.  (Al Muddatsir , 74 : 6)  Ikhlaskan pemberianmu karena Allah dan ridho-Nya, akan dilebihkan atau tidak diserahkan kepada-Nya,  jangan berharap kepada manusia !!!

10. Dan mereka bertanya kepada mu tentang apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah , Kelebihan dari keperluan .  Demikianlah Allah SWT menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu berfikir” ( Al Baqarah , 2 : 219 )

11. Ada tiga perkara, barang siapa berada dalam perkara tersebut maka ia munafiq sekalipun ia berpuasa, sembahyang, sudah haji umrah bahkan mengatakan :  Sesungguhnya aku ini orang islam. Orang tersebut yaitu : (1) Apabila ia berbicara ia berdusta, (2) apabila berjanji mungkir dan (3) apabila diberi amanah berhianat". (HR. Muslim dan HR.Bukhari), (Melanggar Janji = Munafiq , menghianati amanah = munafiq = An Nisaa, 4 : 142 , At Taubah , 9 : 68 , An Nisaa,  4  : 145) ,

12. “Sesungguhnya orang-orang yang mengelola harta Allah dengan tidak benar maka bagi mereka api neraka pada hari kiamat. “ (HR. Al Bukhari)

13. “Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah , niscaya akan dibalaskan dengan cukup kepada-mu dan kamu tidak akan dianiaya.” (Al An Faal, 8 : 60), “ Tidak kurang harta karena sodaqoh. ” (HR. Muslim )

14. “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya pada jalan Allah , adalah seumpama sebuah biji yang menumbuhkan tujuh tangkai , pada tiap-tiap tangkai itu berisi seratus biji. Dan Allah melipat gandakan bagi siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas ( karunia-NYA ) lagi Maha Mengetahui.”   (Al Baqarah,  2 : 261)

15. “Dan perumpaman orang–orang yang menafkahkan hartanya karena mengharapkan keridhaan Allah dan untuk menetapkan (keimanan) didalam hatinya , adalah seperti sebidang kebun terletak pada dataran tinggi, ditimpa hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Maka jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka  (disiram) hujan gerimis. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (Al Baqarah, 2  : 265) 

16. “Siapa yang meminjamkankan kepada Allah dengan pinjaman yang baik ( ket : Infaq , sodaqoh , sumbangan-sumbangan  lain di jalan Allah ) , maka Allah akan melipatgandakannya dan pahala yang mulia baginya “  (Al Hadiid, 57 : 11 & 18,  At Taghaabun, 64 : 17,  Al Baqarah, 2 : 245)

17. “Barang siapa yang datang dengan perbuatan baik , maka bagi-nya ( pahala ) sepuluh kali lipat “ ( Al An’aam , 6 : 160, Al Baqarah, 2 : 261 = 700 kali lipat ), “Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya dijalan Allah), maka Allah akan memperlipat-gandakan pembayaran kepada-nya dengan lipat ganda yang banyak sekali . Dan Allah sanggup mempersulit dan melapangkan (rezeki). Dan kepada-nya lah kamu dikembalikan.“( Al Baqaroh , 2 : 245 ) ,

18. “Maka berlomba-lombalah kamu berbuat kebaikan “  ( Al Maa-idah, 5 : 48 , Al Baqarah , 2 : 148 ) 

19. “Dan bersabarlah, karena sesungguh-nya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Huud, 11 : 115 , 117) (Al Baqarah , 2 : 277 )

20. Dan lain-lain.


HAL KIKIR DAN BOROS

a. ”Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada tengkukmu (kikir) dan jangan (pula) engkau bentangkan selebar-lebarnya (boros) , karena engkau akan tercela lagi menyesal. “ (Al Israa’ , 17 : 29-30),

b. “Dan adalah orang-orang yang apabila membelanjakan hartanya, tidak boros dan tidak (pula) kikir, dan adalah pertengahan dinatara demikian. (Al Furqaan, 25 : 67 , tidak mubazir dan tidak bakhil) ,

b. “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya syaitan , dan syaitan itu sangat ingkar terhadap Tuhan-nya“  (Al Israa’, 17 : 26–27) ,

c. “Barang siapa melakukan pemborosan (royal dan tabdzir) maka Allah akan mencegahnya dari perolehan (rejekinya)“ (HR. Asysyhaab) ,

d. “Hindarilah kikir , karena kikir itu telah membawa kehancuran orang-orang sebelum kamu“ (HR. Muslim)

e. “Dan barang siapa yang terpelihara dari kikir , maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (Al Hasyr, 59 : 9) ,

f. “Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya , maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (At taghaabun, 64 : 16)

g.  “Menghemat dalam nafkah adalah separoh pendapatan (belanja), dan mengasihi serta menyayangi orang lain adalah separoh akal, sedangkan bertanya dengan baik adalah separoh ilmu. (HR. Athabarani) ( Al Maidah ,  5 : 101– 102 )

h.  Dan sebagainya.


HAL HUTANG

a. Hutang adalah bendera Allah dimuka bumi. Apabila Allah hendak menghinakan seorang hamba maka diikatkan keleher-nya. (HR. Ahmad dan Al Hakim)

b. Berhati-hatilah dalam ber-hutang. Sesungguhnya berhutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan ) siang hari. (HR. Ibnu dan Al Baihaqi )

c. Roh seorang mukmin masih terkatung-katung (sesudah wafatnya) sampai hutangnya didunia dilunasi. (HR. Ahmad)

d. Jangan menimbulkan ketakutan pada dirimu sendiri sesudah terasa olehmu keamanan  (ketentraman). Para sahabat bertanya : “ Apa yang menimbulkan ketakutan itu, ya Rasulullah ?, Beliau menjawab,  HUTANG !  (HR. Ahmad)

e.Sebaik-baiknya kamu adalah  yang paling baik dalam membayar hutangnya. (HR. Al Bukhari)

f. Barang siapa mengambil harta orang yang ia bermaksud merusaknya (tidak mau membayar) , niscaya Allah akan merusaknya. (HR. Bukhari)

g. Waspadalah dan hindarilah do’a orang yang dalam kesulitan untuk membayar kembali hutang-nya. (HR. Adailami)

h. Orang Kaya yang menunda-nunda, mengulur-ngulur waktu pembayaran hutangnya adalah kezaliman. (HR. Al Bukhari)

i. Roh seorang mukmin masih terkatung-katung (sesudah wafatnya sampai semua hutangnya dilunasi. (HR. Ahmad)

j. Rasulullah saw. Memutuskan untuk mendahulukan penyelesaian hutang sebelum melaksanakan wasiat. (HR. Al Hakm)

k. Seorang hamba muslim yang membayar hutang saudaranya maka Allah akan melepaskan ikatan penggadaiannya pada hari kiamat. (HR. Mashabih Assunnah)

l. Apabila seorang menghutangi orang lain maka janganlah mengambil suatu kelebihan / komisi . (HR. Ahmad)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar