Masa Depan Buku Digital 2014

Bookmark and Share

Baru baru ini di Amerika Serikat kita dikejutkan dgn rencana Newsweek untuk mengakhiri majalah buku cetaknya, begitu juga “Majalah Forbes” yg mengklaim dirinya untuk dijual. kepalaberwarna.gif (15×15)

Dan yg “Fenomenal” di Amerika Serikat adalah Koran The Washington Postjuga ikut-ikutan dijual ya. Padahal The Washington Post adalah Media Cetak Legendaris di AS selama lebih dari 80 tahun. Ya, Anda ga salah baca, semua media tersebut ‘BANGKRUT”.

Ada banyak banget orang yg berkerja dalam bidang ini sekarang migrasi ke Pekerjaan lain. Di Indonesia, tanda-tanda ini masih belum kelihatan, Majalah, buku, dan koranmasih lalu lalang dihadapan kita. Namun, saya percaya di 2014 efeknya mulai terasa.. berdukacita.gif (30×18)

Masa Depan Buku Digital “2014”

Di Lansir dari Detik.Inet.com Mainkomputer.gif (50×30)

Indonesia sudah mulai mengantisipasi kedatangan Fenomena ini. seakan tak ingin “bangkrut. Beberapa Media Cetak Indonesia berkumpul menjadi satu dalam Forum Ngopi Bareng yg disebut “Bacaan Digital Anugerah atau Musibah..? cinta+love+icon.gif (14×16)


Bisnis Recehan : pusing.gif (26×18)

Memang tak bisa dipungkirin, “Media-Cetak” kudu harus Online kata “Pangestu Ningsih CEO dari Mizan DigitalPublishing”.

Kudu Online karena saat ini memang penerbitan digital harus mengikuti perubahan tren gaya hidup masyarakat yg saat ini membaca INFORMASI lewat Tablet atau smartphone

Telkomsel yg menjadi salah satu Provider Indonesia juga mengamini bahwa rata-rata orang Indonesia membaca informasi lewat Smartphone. Makanya tak heran mengapa Telkomsel mengeluarkan Aplikasi Qbacasebagai wadah untuk membaca buku secara online.


Menurut Pangestu: Agar bisa sukses di dunia online, penerbit harus punya kemampuan menulis MARATON, namun sayangnya ia mengatakan, Bisnis ini berskala “Recehan” dan sulit membuat orang mau membeli BUKU secara DIGITAL karena banyak tersaji versi Gratisan. GBU

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar