GUE GAK CUPU!

Bookmark and Share
Judul : Gue Gak Cupu!
Penulis : Nurul Fauziah dan Anugrah Roby Syahputra
Penerbit : PT. Gramedia, Jakarta, 2010
Tebal : 201 halaman

Pernahkah Anda mendengar kata “cupu”? Istilah ini sering disebut-sebut di komunitas remaja. Cupu itu kepanjangan dari culun punya. Karena istilah ini belum terdaftar di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maka terjadi perbedaan pandangan mengenai maknanya. Buku “Gue Gak Cupu” ini hadir untuk mengurai secara luas tentang cupu hingga jurus jitu anti cupu.

Sejatinya, cupu itu lebih sering dipahami dengan orang yang tidak gaul, tidak up to date, katrok, jadul, aneh dan hal-hal negatif lainnya. Makanya, cukup mudah menilai seseorang cupu atau tidak, jika dipandang dari pemahaman umum masyarakat. Bahkan dalam film, tokoh cupu juga banyak diperankan. Salah satunya, ada di dalam film “Ada Apa Dengan Cinta”, yang pemeran cupunya dilakonkan oleh Memet.

Dalam buku ini juga 'dibeberkan' ciri-ciri orang gaul. Yaitu, memiliki wawasan yang luas, selalu berteman dengan yang sebaya, selera up to date, dan performa menawan. Sehingga penulis, Nurul Fauziah dan Anugrah Roby Syahputra, memotivasi pembaca untuk tidak boleh cupu, bagaimana pun keadaan yang dialami. Makanya, harus selalu dan mau bergaul karena itu memang fitrah kita sebagai manusia. Plus, jangan biasakan mengasingkan diri, apalagi merasa tidak percaya diri (pede) bertemu dengan siapa pun. Dan, jangan lupa untuk tetap menjaga penampilan atau modis, tapi jangan sampai membuka hal yang tak pantas dilihat orang banyak.

Keunggulan lain buku ini, Anda juga dibimbing bagaimana caranya setelah selamat dari klaim cupu, juga diajari bagaimana menyemai kesuksesan. Penulis dengan sengaja mengutip pendapat Aris Ahmda Djaya dalam buku “30 Hari Mencari Jati Diri” bahwa untuk meraih mimpi-mimpi sukses kita harus menjadi TAJAM (Tekad yang Kuat dan Tujuan yang Jelas, Arahkan pada Potensi Terbaik, Jauhkan dari Perasangka Negatif, Ambil Manfaat dari Setiap Kegagalan dan Mantapkan motivasi dengan aksi nyata).

Karena itu, saya melihat buku ini bukan hanya berisi jurus jitu anti cupu, tapi juga menjadi buku pedoman sejak dini agar tidak menjadi cupu. Pembaca juga akan diberi tips-tips lain yang sangat penting dalam mengarungi hidup. Apalagi, beberapa pembahasan diselingi dengan kisah-kisah sehingga penjelasannya menjadi kian padat.

Hanya saja, buku yang memiliki tebal 204 halaman ini tidak menjelaskan bagian-bagian mana saja yang ditulis oleh masing-masing penulis. Meski kelihatan tidak penting, namun tetap menjadi perhatian. Pasalnya pembaca juga ingin tahu bagian mana tulisan penulis yang dikaguminya. Selain itu, ada beberapa gaya gaul terkini yang kurang dikupas oleh penulis. Yaitu, kebiasaan remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) suka berkaraoke ria dan yang remaja dewasa sudah kuliah suka mendatangi praktek-praktek dokter kecantikan. Dan, ketika mengupas “Anti Cupu ke-5”, penulis lupa memasukkan bahwa cerdas melihat peluang juga bagian terpenting untuk keluar dari cupu.

Meski demikian, buku ini sangat layak dibaca, khususnya bagi remaja. Pasalnya, melalui buku ini, bisa mengaca diri apakah masih cupu atau tidak? Apakah sudah termasuk manusia terlalu gaul atau masih di ambang batas wajar? Ataukah Anda merasa tidak cupu, tapi masih bingung membangun kepribadian sukses? Semua pertanyaan tersebut dikupas di dalam buku ini. Karena itu, segera beli dan baca buku ini.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar