Foto jadul Kepolisian di Sumatra pada masa Interim/Revolusi Kemerdekaan th.1945-49.

Bookmark and Share
Foto tampak depan

Kantor Kepolisian Sumatra Tengah - Bukit Tinggi

Gambar dekat

Gambar dekat

Foto tampak belakang

Foto jadul Kepolisian di Sumatra pada masa Interim/Revolusi Kemerdekaan th.1945-49.
Tersimpan dalam lembaran Album foto yang juga jadul.
Ukuran lumayan besar: 24,5 cm x 19,5 cm (dengan lembar albumnya) dan 21.5 cm x 16 cm (fotonya saja).
Pada bagian belakang foto terdapat noda penuaan (kekuningan/foxing) dan sedikit noda warna biru dibagian depan, maklum foto yg sudah tua. Kondisi foto keseluruhan masih bagus, tidak ada robek atau lipatan.

Pembentukan kepolisian di Sumatera dipelopori oleh AKBP Raden Sulaiman atas bimbingan Gubernur Sumatera Mr. Tengku Muhammad Hasan. Saat itu seluruh Sumatera dibagi atas tiga daerah Penilik Kepolisian. Untuk Sumatera Utara berkedudukan di Sibolga, Sumatera Tengah berkedudukan di Bukittinggi dan Sumatera Selatan berkedudukan di Lubuklinggau.

Pada Mei 1947, Komisaris Besar Polisi Oemar Said datang ke Sumatera untuk menyempurnakan organisasi kepolisian Sumatera, agar sesuai dengan struktur yang berlaku di Jawa. Tujuannya untuk memperlancar hubungan antara pusat dan daerah Sumatera. Oemar Said kemudian diangkat menjadi Kepala Cabang Kepolisian Negara berkedudukan di Bukittinggi. Dalam situasi perang kemerdekaan, perkembangan organisasi kepolisian tidak dapat berkembang dengan baik karena harus mengikuti perubahan-perubahan politik yang terjadi.

Pada jaman perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia, Bukitinggi berperan sebagai kota perjuangan. Dari bulan Desember 1948 sampai dengan Juni 1949 ditunjuk sebagai Ibu Kota Pemerintahan darurat Republik Indonesia ( PDRI ), setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.

Bukittinggi pernah menjadi Ibukota Propinsi Sumatera Tengah dengan  Gubernurnya Mr. Tengku Muhammad Hasan. Dalam peraturan Pemerintah pengganti undang-undang No. 4 tahun 1959 Bukittinggi ditetapkan sebagai Ibu Kota Sumatera Tengah yang meliputi keresidenan-keresidenan Sumatera Barat, Jambi dan Riau. Sekarang masing-masing Keresidenan itu telah menjadi Propinsi-propinsi sendiri.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Harga: 100 rb. (sudah termasuk ongkos kirim via TIKI JNE atau Pos Indonesia)
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281
atau e-mail: neneng1971@yahoo.com.
Cash On Delivery (COD):  Jakarta Selatan dan Depok.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar