BUKTI LETUSAN GUNUNG SINABUNG 800 TAHUN SILAM

Bookmark and Share


Gunung Sinabung diduga pernah meletus hebat sekitar 800 tahun silam. Bukti letusannya tersebar di Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Jejak letusan itu berupa ratusan batang kayu terbakar yang tertimbun di kedalaman 20 meter dari permukaan tanah. Lokasinya berada di suatu lembah, dan di dekatnya mengalir anak sungai yang berhulu di Danau Kawar.

Di lokasi penemuan kayu-kayu yang terbakar ini berlangsung aktivitas penambangan pasir dan batuan gunung. Setiap harinya puluhan penambang bekerja di sana, dan aktivitas itu sudah berlangsung sekitar 20 tahun belakangan

Disebutkan Agus, pihaknya juga meneliti bekas letusan lain yang ada di beberapa desa di sekitar gunung itu. Termasuk di sekitar Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung. Penelitian itu untuk mendapatkan informasi lebih jelas tentang letusan Sinabung di masa silam.

Gunung Sinabung semula dimasukkan dalam kategori B, yakni gunung api yang tidak pernah tercatat meletus yang dihitung sejak pencatatan kegunungapian dilakukan di Indonesia mulai tahun 1600. Statusnya berubah menjadi kategori A atau gunung yang aktif setelah meletus pada 29 Agustus 2010.

Letusan kembali terjadi beberapa kali sejak September lalu dan masih berlangsung hingga hari ini. Pada letusan tahun ini, Gunung Sinabung turut memuntahkan awan panas hingga radius 1,5 kilometer, namun belum korban akibat awan panas ini.
Penggalian pasir gunung itu yang perlahan memunculkan batang-batang kayu tersebut. Kondisi batang-batang pohon itu akhirnya terlihat secara utuh hingga ke akarnya. Sebagian besar sudah bertumbangan, namun sebagian lainnya masih berdiri tegak.

“Sudah sejak zaman ayah saya dahulu ditemukan kayu-kayu yang terbakar ini. Ratusan jumlahnya,” kata Terasil Sembiring, salah seorang penambang yang bekerja di lokasi itu, Rabu (13/11/2013).

Peneliti dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah pernah meneliti batang-batang pohon itu tahun 2010 lalu. Diduga pohon itu terbakar karena terkena awan panas sekitar 800 tahun lalu, atau bahkan lebih.

"Itu adalah bukti kejadian awan panas Gunung Sinabung di masa lalu. Sekitar, kalo saya tidak salah, 800 tahun yang lalu atau lebih. Karena panasnya tinggi, maka pohon-pohon itu terbakar," kata Agus Budianto Kepala Sub Bidang Evaluasi dan Penanganan Bencana Gunung Api, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi




{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar