TIM NASIONAL SEPAK BOLA INDONESIA

Bookmark and Share

Flag of Indonesia.svg Indonesia
Lambang asosiasi
Julukan Merah Putih
Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia
Konfederasi AFC (Asia)
Pelatih Flag of Austria.svg Alfred Riedl
Asisten Pelatih Flag of Austria.svg Wolfgang Pikal
Kapten Charis Yulianto
Penampilan terbanyak Bambang Pamungkas (64)
Pencetak gol terbanyak Bambang Pamungkas (34)
Stadion kandang Stadion Utama Gelora Bung Karno
Kode FIFA IDN
Peringkat FIFA 137
Peringkat FIFA tertinggi 76 (September 1998)
Peringkat FIFA terendah 153 (Desember 2006)

Seragam tim Seragam tim Seragam tim
Seragam tim
Seragam tim
 
Kostum kandang
Seragam tim Seragam tim Seragam tim
Seragam tim
Seragam tim
 
Kostum tandang
Pertandingan internasional pertama
Flag of the People's Republic of China.svg Cina 2 - 0 Hindia-Belanda Flag of the Netherlands.svg
(Filipina; 5 Mei 1934)
Flag of India.svg India 3 - 0 Indonesia Flag of Indonesia.svg
(India; 4 Mei 1951)
Kemenangan terbesar
Flag of Indonesia.svg Indonesia 13 - 1 Filipina Flag of the Philippines.svg
(Jakarta, Indonesia; 23 Desember 2002)
Kekalahan terbesar
Flag of Denmark.svg Denmark 9 - 0 Indonesia Flag of Indonesia.svg
(Kopenhagen, Denmark; 3 September 1974)
Piala Dunia
Penampilan 1 (Pertama kali pada 1938)
Hasil terbaik Babak 1 (1938, sebagai Hindia-Belanda)
Piala Asia
Penampilan 4 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaik Babak 1 (1996, 2000, 2004, 2007)
Tim nasional sepak bola Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Indonesia, meski merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tidak termasuk jajaran tim-tim terkuat di AFC.
Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger). Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2005. Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.
Di kancah Piala Asia, Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Dalam kualifikasi ke Piala Dunia 2010, Indonesia tidak mampu lolos ke fase ketiga kualifikasi Piala Dunia 2010 setelah takluk di tangan Suriah dengan agregat 1-11. Tim nasional Indonesia U-23 pun juga mengalami kegagalan di SEA Games ke-24 di Thailand; setelah takluk dari Thailand di pertandingan babak penyisihan grup yang terakhir.

Kostum

Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.
Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. Zaelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan "Skandal Senayan", sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.
Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, kita hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games XI-1981 Manila. "Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Kings Cup 1981," kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.
Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.

Sejarah Indonesia di Piala Dunia FIFA

Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepakbola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.
Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepakbola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) punya bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)sebuah organisasi sepakbola orang-orang Belanda di Hindia Belandamenaruh hormat kepada Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) lantaran Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB)yang memakai bintang-bintang dari NIVBkalah dengan skor 2-1 lawan Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ)salah satu klub anggota PSSIdalam sebuah ajang kompetisi PSSI ke III pada 1933 di Surabaya.
NIVU yang semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepakbola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.
Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.
Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938 mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan Achmad Nawir (kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua NIVU, Johannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland. [1]

Pertandingan melawan Hongaria

Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di Stadiun Velodrome Municipal, Reims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, "saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci."
Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem knock-out.
Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, Sin Po, memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938 dengan menampilkan headline: "Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah". [2]
Rekor Penampilan Piala Dunia FIFA
Tahun Babak Poin M S* K GM GK
Flag of Uruguay.svg 1930 Tidak Ikut - - - - - -
Bendera Italia 1934 - - - - - -
Bendera Perancis 1938 Babak 1 (sebagai Hindia Belanda) 1 0 0 1 0 6
Bendera Brasil 1950 Mengundurkan diri - - - - - -
Bendera Swiss 1954 Tidak ikut - - - - - -
Bendera Swedia 1958 Mengundurkan diri selama kualifikasi - - - - - -
Bendera Chili 1962 'Mengundurkan diri - - - - - -
Bendera Inggris 1966 Tidak lolos kualifikasi Asia - - - - - -
Bendera Meksiko 1970 - - - - - -
Bendera Jerman Barat 1974 hingga
Bendera Afrika Selatan 2010
Tidak lolos kualifikasi Asia - - - - - -
Total
Terbaik: Babak Pertama
1 0 0 0 0 6

Sejarah tim di Piala Asia

Tahun Hasil Poin M S K GM GK
Bendera Hong Kong 1956 hingga Bendera Israel 1964 Tidak ikut - - - - - -
Bendera Iran 1968 hingga Bendera Jepang 1992 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Uni Emirat Arab 1996 Babak 1 1 0 1 2 4 8
Bendera Lebanon 2000 Babak 1 1 0 1 2 0 7
Bendera Republik Rakyat Cina 2004 Babak 1 3 1 0 2 3 9
Bendera IndonesiaBendera MalaysiaBendera ThailandBendera Vietnam 2007 Babak 1 3 1 0 2 3 4
Flag of Qatar.svg 2011 Tidak lolos kualifikasi - - - -
Total
Best: Babak 1
8 2 2 8 10 28

Sejarah tim di Kejuaraan Sepak Bola ASEAN (dulu Tiger Cup)

Susunan Tim Nasional Senior

Tim utama

Pelatih: Alfred Riedl Flag of Austria.svg
No. Pos. Nama Tanggal lahir (Usia) Penampilan Klub
1 GK Markus Haris Maulana 14 Maret 1981 14 Flag of Indonesia.svg Persib Bandung
12 GK Feri Rotinsulu 28 Desember 1982 5 Flag of Indonesia.svg Sriwijaya FC
34 GK Kurnia Meiga Hermansyah 7 Mei 1990 0 Flag of Indonesia.svg Arema Indonesia

2 DF Muhammad Roby 11 September 1985 8 Flag of Indonesia.svg Persisam Putra Samarinda
4 DF Ricardo Salampessy 18 Februari 1984 12 Flag of Indonesia.svg Persipura Jayapura
5 DF Maman Abdurachman 12 Mei 1982 10 Flag of Indonesia.svg Persib Bandung
6 DF Irfan Raditya 11 Juni 1988 0 Flag of Indonesia.svg Arema Indonesia
14 DF Ismed Sofyan 28 Agustus 1979 41 Flag of Indonesia.svg Persija Jakarta
23 DF M. Ridwan 8 Juli 1980 12 Flag of Indonesia.svg Sriwijaya FC
25 DF Isnan Ali 15 September 1979 16 Flag of Indonesia.svg Sriwijaya FC
3 DF Zulkifli Syukur 3 Mei 1984 0 Flag of Indonesia.svg Arema Indonesia

8 MF Eka Ramdani 18 Juni 1984 15 Flag of Indonesia.svg Persib Bandung
11 MF Ponaryo Astaman 25 September 1979 40 Flag of Indonesia.svg Sriwijaya FC
22 MF Rachmat Latief 27 November 1988 3 Flag of Indonesia.svg Sriwijaya FC
15 MF Firman Utina 15 Desember 1981 25 Flag of Indonesia.svg Sriwijaya FC
16 MF A. Bustomi 13 Juli 1985 0 Flag of Indonesia.svg Arema Indonesia
17 MF Kim Jeffrey Kurniawan 23 Maret 1990 0 Flag of Indonesia.svg FC Heidelsheim
19 MF Arif Suyono 3 Januari 1984 7 Flag of Indonesia.svg Sriwijaya FC
22 MF Siswanto 9 Oktober 1984 1 Flag of Indonesia.svg Persema Malang
24 MF Hariono 2 Oktober 1985 7 Flag of Indonesia.svg Persib Bandung
27 MF Ian Louis Kabes 13 Mei 1986 5 Flag of Indonesia.svg Persipura Jayapura

7 FW Boaz Salossa 1 Maret 1986 23 Flag of Indonesia.svg Persipura Jayapura
9 FW Yongki Ari Wibowo 17 Juli 1987 0 Flag of Indonesia.svg Persik Kediri
10 FW Sergio Van Dijk 6 Agustus 1982 0 Flag of Indonesia.svg Adelaide United
13 FW Feri Ariawan 16 Mei 1986 0 Flag of Indonesia.svg Persiba Balikpapan
20 FW Bambang Pamungkas 11 Juni 1980 46 Flag of Indonesia.svg Persija Jakarta
26 FW Irfan Bachdim 11 Agustus 1988 0 Flag of Indonesia.svg HFC Haarlem
18 FW Samsul Arif 13 Januari 1985 0 Flag of Indonesia.svg Persela Lamongan
Susunan tim nasional saat ini [1]

Susunan Tim Nasional U-23

Tim utama

Pelatih: Alfred Riedl Flag of Austria.svg
No. Pos. Nama Tanggal lahir (Usia) Penampilan Klub
1 GK Kurnia Meiga Hermansyah 7 Mei 1990 4 Flag of Indonesia.svg Arema Indonesia
12 GK Johan Angga Kesuma 29 Desember 1989 0 Flag of Indonesia.svg Persijap Jepara
23 GK Frenky Irawan 8 Desember 1986 4 Flag of Indonesia.svg Persija Jakarta

4 DF Wildansyah 2 Januari 1987 0 Flag of Indonesia.svg Persib Bandung
5 DF Djayusman Triasdi 22 Agustus 1989 5 Flag of Indonesia.svg Persebaya Surabaya
6 DF David Laly 6 November 1991 0 Flag of Indonesia.svg Persipura Jayapura
13 DF Achmad Jufriyanto 7 Februari 1987 12 Flag of Indonesia.svg Pelita Jaya
14 DF Irfan Raditya 11 Juni 1988 0 Flag of Indonesia.svg Arema Indonesia
21 DF Elvis Nelson Anes 28 Maret 1988 0 Flag of Indonesia.svg Persija Jakarta

8 MF Egi Melgiansyah 4 September 1990 15 Flag of Indonesia.svg Pelita Jaya
16 DF Munadi 24 Januari 1989 0 Flag of Indonesia.svg Persib Bandung
17 MF Ian Louis Kabes 13 Mei 1986 17 Flag of Indonesia.svg Persipura Jayapura
19 MF Imanuel Wanggai 23 Februari 1988 12 Flag of Indonesia.svg Persipura Jayapura
25 MF Dendi Santoso 12 Februari 1986 0 Flag of Indonesia.svg Arema Indonesia

3 FW Andik Vermansyah 23 November 1991 0 Flag of Indonesia.svg Persebaya Surabaya
7 FW Boaz Salossa 1 Maret 1986 23 Flag of Indonesia.svg Persipura Jayapura
9 FW Gery Setia Adi 20 Desember 1988 8 Flag of Indonesia.svg Arema Indonesia
10 FW Jajang Mulyana 23 Oktober 1988 9 Flag of Indonesia.svg Pelita Jaya
19 FW Dede Hugo Kunarko 4 Desember 1987 0 Flag of Indonesia.svg PSBI Blitar
25 FW Harmoko 6 Maret 1989 0 Flag of Indonesia.svg Persema Malang

Susunan Tim Nasional U-19

Tim utama

Pelatih: Cesar Payovich Perez Flag of Uruguay.svg
No. Pos. Nama Tanggal lahir (Usia) Penampilan Klub
1 GK Aris Wahyu Nugroho 9 Januari 1994 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
12 GK Tri Windu Anggono 27 Agustus 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
23 GK Yoewanto Stya Beny 2 April 1993 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia

2 DF Yericho Christiantoko 13 Januari 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
5 DF Imam Agus Faizal 6 Februari 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
4 DF Alfin Ismail Tuasalamony 12 November 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
6 DF Ferdiansyah 27 Februari 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
14 DF Taji Prasetio 1 Agustus 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
20 DF Reffa Arvindo Badherun Money 20 Januari 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
27 DF Sedek Sanaky 5 April 1993 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
30 DF Manahati Lestusen 13 Desember 1993 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia

3 MF Feri Firmansyah 20 Mei 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
7 MF Abdul Rahman Lestaluhu 21 Agustus 1993 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
8 MF Ridwan Awaludin 10 Oktober 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
15 MF Mochammad Zainal Haq 4 April 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
16 MF Rizky Ahmad Sanjaya Pellu 25 Juli 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
18 MF Rinaldi Gunapradiptha 20 Mei 1993 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
21 MF Vava Mario Yagalo 20 April 1993 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
29 MF M. Arsyad 21 April 1993 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia

9 FW Yandi Sofyan 25 Mei 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
10 FW Syamsir Alam 5 Juli 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
11 FW Alan Martha 21 Juli 1992 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
19 FW Novri Setiawan 10 November 1993 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia
20 FW Achmad Resal Octavian 5 Oktober 1993 0 Flag of Indonesia.svg S.A.D Indonesia

Daftar pelatih Timnas Indonesia

Period Coach
1938 Flag of the Netherlands.svg Johannes Christoffel van Mastenbroek
1951-1953 Flag of Singapore.svg Choo Seng Quee
1954-1964 Flag of SFR Yugoslavia.svg Antun Pogačnik
1966-1970 Flag of Indonesia.svg E.A. Mangindaan
1970 Flag of Indonesia.svg Endang Witarsa
1971-1972 Flag of Turkey.svg Yusuf Balik
1972-1974 Flag of Indonesia.svg Suwardi Arland
1974-1975 Flag of Indonesia.svg Aang Witarsa
1975-1976 Flag of the Netherlands.svg Wiel Coerver
1976-1978 Flag of Indonesia.svg Suwardi Arland
1978-1979 Flag of the Netherlands.svg Frans Van Balkom
1979-1980 Flag of Poland.svg Marek Janota
1980-1981 Flag of Germany.svg Bernd Fischer
1981-1982 Flag of Indonesia.svg Harry Tjong
1982-1983 Flag of Indonesia.svg Sinyo Aliandoe
1983-1984 Flag of Indonesia.svg M. Basri, Iswadi Idris dan Abdul Kadir
1985-1987 Flag of Indonesia.svg Bertje Matulapelwa
1987 Flag of Indonesia.svg Sinyo Aliandoe
1987-1991 Flag of Russia.svg Anatoli Polosin
1991-1993 Flag of SFR Yugoslavia.svg Ivan Toplak
1993-1995 Flag of Italy.svg Romano Mattè
1995-1996 Flag of Indonesia.svg Danurwindo
1996-1997 Flag of the Netherlands.svg Henk Wullems
1998 Flag of Indonesia.svg Sudibyo
1999 Flag of Germany.svg Bernard Schum
1999-2000 Flag of Indonesia.svg Nandar Iskandar
2000-2001 Flag of Indonesia.svg Benny Dollo
2002-2004 Flag of Bulgaria.svg Ivan Venkov Kolev
2004-2007 Flag of England.svg Peter Withe
2007 Flag of Bulgaria.svg Ivan Venkov Kolev
2008-2010 Flag of Indonesia.svg Benny Dollo
2010- Flag of Austria.svg Alfred Riedl

Pemain terkenal

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar