Koran (Surat Kabar) djadoel yang terbit di Indonesia pada masa Hindia Belanda (Nederlandsch Indie) Soerat Kabar Bahasa Melaijoe th.1856

Bookmark and Share


Koran (Surat Kabar) djadoel yang terbit di Indonesia, pada masa Hindia Belanda (Nederlandsch Indie),
Soerat Kabar Bahasa Melaijoe th.1856.
Edisi dari 12 Januari th.1856 s/d 31 Mei th.1856.
Terbit mingguan (weekblad), jumlah semuanya ada 21 Edisi.
Silahkan lihat beberapa gambar diatas.

Di kalangan etnis Tionghoa djaman doeloe,ternyata bahasa Melayu sudah luas dipakai. Berbagai karya sastra pengarang etnis Tionghoa pada akhir abad ke-19 sudah banyak yang memakai bahasa Indonesia.

Sejak hilangnya huruf Arab dan aksara Jawi (huruf Arab gundul) digantikan oleh huruf Latin pada pertengahan abad ke-19, etnis Tionghoa di Indonesia justru menjadi pendahulu dalam penggunaan bahasa Melayu. Beberapa buku cerita berbahasa Melayu karangan para penulis Tionghoa mulai bermunculan.

Demikian pula suratkabar berbahasa Melayu mulai dicetak di percetakan-percetakan yang hampir semuanya milik etnis Tionghoa, antara lain Soerat Kabar Bahasa Melaijoe (1856),Soerat Chabar Betawi (1858), dan Bintang Soerabaja (1860).

Kesusastraan Melayu dan suratkabar dalam bahasa Melayu semakin mekar pada awal abad ke-20.
Buku-buku cerita silat Tionghoa dalam bahasa Melayu yang diterbitkan langsung laris manis.
Tetapi banyak pula cerita roman yang ditulis sastrawan Tionghoa dengan nuansa lokal, seperti Boenga Roos dari Tjikembang, Dengen Doea Cent Djadi Kaja, Tjarita Njai Soemirah, Tjerita Tjan Yoe Hok atawa Satoe Badjingan Millioenair, dan banyak lagi.

Pada waktu itu di Oud Batavia (Betawi kuno) dan diseluruh Jawa orang-orang Tionghoa sudah banyak yang sukses dalam perdagangan, baik dalam bidang industri seperti pabrik gula, penggilingan beras, pabrik arak, kantor-kantor perdagangan,percetakan dan sebagainya.
Pemerintah VOC dan kemudian Belanda pendapatannya sangat tergantung dari pajak-pajak yang dibayar oleh orang-orang Tionghoa.

Dalam penghidupan mereka merasakan kekurangan untuk mendapatkan news, kabar-kabar dalam dan luar negeri, terutama berita-berita dari tanah leluhurnya di Tiongkok.
Karena percetakan-percetakan yang ada di Jawa kepunyaan orang-orang Tionghoa, maka mudah bagi etnis ini untuk menerbitkan koran berbahasa Melajoe yaitu Soerat Kabar Bahasa Melaijoe (1856), Soerat Chabar Betawi (1858),dan Bintang Soerabaja (1860).

Dengan jalannya tahun, berkembanglah penerbitan koran koran Melajoe-Tionghoa diseluruh kepulauan Indonesia. Bahasanya yang dipakai itu waktu adalah bahasa Melajoe Betawi.

Tanggal 1 Januari 1876 merupakan terbitan perdana Slompret Melaijoe yang dikatakan terbit perdana pada permulaan tahun 1876. Surat kabar di luar daerah ada yang terbit lebih dulu di Surabaya dan 20 tahun lebih tua, yakni Soerat Kabar Bahasa Melaijoe yang diterbitkan oleh E. Fuhri pada 12 Januari 1856.

Untuk melihat gambar yang lebih besar/jelas,
click pada gambar yang akan di lihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian,
pengiriman barang, cara pembayaran dll.
silahkan Hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau Hub. HP. 0813.1540.5281

Sudah Terjual

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar